Mobil listrik Ferrari Luce laris di China

19 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 88 unit Ferrari Luce yang pada tahap awal dialokasikan untuk pasar China menurut laporan media otomotif regional terjual habis hampir seketika, menunjukkan tingginya minat konsumen di pasar otomotif terbesar itu pada mobil listrik Ferrari.

Menurut siaran Arena EV pada Selasa (30/6), mobil serba listrik pertama keluaran mobil Italia itu masuk ke pasar China dengan harga eceran 3.988.000 yuan atau sekitar Rp10,5 miliar menurut kurs sekarang.

Harga Ferrari Luce di pasar China sekitar tujuh persen lebih rendah dibandingkan dengan harga eceran di Eropa yang sebesar 550.000 euro atau sekitar Rp11,2 miliar.

Namun, penetapan harga 3.988.000 yuan untuk Ferrari Luce di pasar China mengacu pada numerologi homofonik Tiongkok, bukan alasan ekonomi semata.

Urutan angka 3-9-8-8 pada label harga mobil listrik mewah itu seperti berkah yang dikemas indah bagi orang-orang super kaya yang membelinya.

Bacaan urutan angka 3-9-8-8 dalam bahasa China secara fonetik terdengar seperti frasa puitis yang artinya "Kekayaan dan kemakmuran abadi sepanjang hidup Anda."

Strategi penetapan label harga yang menampilkan pesona keberuntungan abadi yang dipersonalisasi itu dinilai berhasil karena alokasi Ferrari Luce yang sengaja ditetapkan hanya 88 unit untuk pasar China terjual habis hampir seketika.

Baca juga: Mobil listrik Ferrari Luce 2027 akhirnya diungkap

Debut Ferrari Luce di Roma pada Mei 2026 dikabarkan sempat memicu gejolak di perusahaan. 

Sedan empat pintu rancangan mantan desainer Apple, Jony Ive, itu dikritik karena bentuknya praktis dan gayanya sederhana.

Para kritikus berpendapat penampilan kendaraan tersebut kurang agresif dibandingkan dengan mobil Ferrari tradisional.

Respons negatif itu sempat menyebabkan harga saham perusahaan turun lebih dari enam persen dalam satu hari.

Setelah peluncuran yang kurang mulus, Ferrari mengganti kepala pemasaran lamanya, Enrico Galliera, dengan Massimiliano Di Silvestre, yang sebelumnya mengelola divisi Italia BMW.

Galliera secara terbuka membela taktik penjualan merek, dan menyatakan bahwa model mobil yang baru dibangun untuk menarik demografi pembeli yang sama sekali baru, bukan kolektor supercar yang sudah ada.

Baca juga: Ferrari Luce bakal jadi mobil listrik termahal yang ada di Australia

Ferrari Luce bukan supercar rendah tradisional yang dirancang untuk lintasan balap, tetapi dirancang sebagai grand tourer lima tempat duduk yang praktis.

Peluncuran model mobil listrik ini dinilai unik dalam sejarah merek, yang secara tradisional lebih banyak berfokus pada kendaraan dua pintu dengan performa tinggi.

Status mewah menempatkan Luce dalam kategori yang berbeda dengan mobil listrik buatan merek domestik Tiongkok.

Produsen lokal sekarang membangun mobil listrik sangat canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah.

BYD memiliki Yangwang U9, supercar listrik yang harganya setengah dari model keluaran produsen Italia tetapi menawarkan pengisian daya baterai lebih cepat, akselerasi lebih cepat hingga 100 km/jam, dan tenaga lebih dari 200 tenaga kuda.

Saingan lainnya, Hyptec SSR dari GAC yang harganya mulai dari 1.286.000 yuan atau sekira Rp3,4 miliar trim teratasnya bisa mencapai kecepatan 100 km/jam dalam 1,9 detik.

Baca juga: BYD perkenalkan Denza Z9 GT dengan jangkauan listrik terjauh di dunia

Terlepas dari perbedaan teknisnya, para ahli industri meragukan bahwa pembeli sedan impor Ferrari Luce mempertimbangkan alternatif lokal seperti Denza Z9 GT atau pilihan domestik berspesifikasi tinggi lainnya.

Bagi populasi ultra-kaya, kendaraan dianggap sebagai salah satu simbol status. Selain itu, konsumen di China memandang penggunaan tenaga listrik sebagai langkah maju alami untuk kemewahan modern.

Ferrari tahu persis apa yang mereka lakukan saat mendesain Luce dan pabrikan Italia itu tampaknya menemukan audiens yang menerima masa depan penggerak otomotif meskipun kendaraan tersebut terlihat berbeda dari model-model lamanya.

Baca juga: GAC raih sertifikat Guinness World Record berkat Hyptec SSR

Baca juga: BYD Yangwang U9 Xtreme terjual dengan harga sekitar Rp47 miliar

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |