7 cara menjaga battery health iPhone agar tetap awet dan tak cepat turun

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kesehatan baterai atau Battery Health merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pengguna iPhone. Kondisi baterai yang tetap prima tidak hanya membuat daya tahan perangkat lebih lama, tetapi juga membantu menjaga performa iPhone tetap optimal dalam penggunaan sehari-hari.

Battery Health menunjukkan kapasitas maksimum baterai dibandingkan saat perangkat masih baru. Seiring waktu dan intensitas penggunaan, kapasitas tersebut akan berkurang secara alami karena baterai lithium-ion memiliki siklus pengisian yang terbatas.

Meski penurunan Battery Health tidak dapat dihindari, pengguna dapat memperlambat proses tersebut dengan menerapkan kebiasaan penggunaan dan pengisian daya yang benar. Dengan perawatan yang tepat, baterai dapat bertahan lebih lama sehingga pengguna tidak perlu terburu-buru mengganti baterai maupun membeli perangkat baru.

Baca juga: Redmi Note 17 meluncur dengan layar 7 inci dan baterai 8.000 mAh

Berikut tujuh tips menjaga kesehatan baterai iPhone agar tetap awet.

1. Isi daya saat suhu iPhone dalam kondisi normal

Suhu perangkat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur baterai. Sebaiknya isi daya ketika iPhone berada pada suhu normal dan hindari mengisi daya saat perangkat terlalu panas maupun terlalu dingin.

Pengisian daya dalam kondisi suhu ekstrem dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai serta memengaruhi kinerjanya dalam jangka panjang.

2. Gunakan charger dan kabel resmi atau bersertifikasi MFi

Menggunakan charger dan kabel yang resmi atau memiliki sertifikasi Made for iPhone (MFi) sangat disarankan untuk menjaga kesehatan baterai.

Aksesori yang telah memperoleh sertifikasi MFi telah memenuhi standar Apple terkait keamanan, arus listrik, dan tegangan yang sesuai dengan perangkat iPhone.

Sebaliknya, penggunaan charger berkualitas rendah berisiko menyebabkan arus listrik tidak stabil, perangkat menjadi lebih cepat panas (overheating), hingga berpotensi merusak komponen internal iPhone.

Baca juga: Bocoran spesifikasi Oppo A7 Pro Max ungkap kapasitas baterai 10.000mAh

3. Hindari menggunakan iPhone hingga baterai habis total

Baterai iPhone menggunakan teknologi lithium-ion yang bekerja lebih optimal apabila tidak dibiarkan kosong sepenuhnya.

Karena itu, sebaiknya jangan membiasakan menggunakan iPhone hingga baterai benar-benar habis dan perangkat mati sendiri. Kebiasaan tersebut dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai.

Pengguna disarankan mulai mengisi daya ketika kapasitas baterai sudah rendah dan menghindari penggunaan perangkat secara berlebihan saat proses pengisian berlangsung.

4. Jangan mengisi daya terlalu lama

Membiarkan iPhone terhubung ke pengisi daya dalam waktu yang sangat lama, misalnya semalaman, sebaiknya dihindari apabila tidak diperlukan.

Meski iPhone telah memiliki sistem pengelolaan daya, kebiasaan mengisi daya terlalu lama tetap dapat memengaruhi umur baterai dalam jangka panjang.

Idealnya, baterai diisi hingga mendekati penuh, kemudian pengisi daya segera dilepas. Jika harus mengisi daya saat tidur, aktifkan fitur Optimized Battery Charging agar sistem dapat mengatur proses pengisian secara lebih efisien dan membantu mengurangi penuaan baterai.

5. Matikan fitur yang tidak digunakan

Sejumlah fitur pada iPhone dapat terus bekerja di latar belakang dan mengonsumsi daya baterai meskipun tidak sedang digunakan.

Fitur seperti Bluetooth, layanan lokasi (Location Services), Background App Refresh, dan Push Notification dapat dimatikan sementara apabila memang tidak diperlukan.

Selain membantu menghemat daya, langkah ini juga dapat mengurangi frekuensi pengisian baterai sehingga kesehatan baterai lebih terjaga dalam jangka panjang.

Baca juga: Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold 8: Lebih tipis, baterai tahan 26 jam, AI makin canggih

6. Hindari terlalu sering menggunakan powerbank

Powerbank dapat menjadi solusi saat tidak tersedia sumber listrik. Namun, pengguna sebaiknya tidak menjadikannya sebagai sumber pengisian utama setiap hari.

Seiring waktu, kualitas baterai pada powerbank juga dapat menurun sehingga arus listrik yang dihasilkan menjadi kurang stabil. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi komponen pengisian daya pada iPhone apabila terjadi terus-menerus.

Karena itu, apabila memungkinkan, gunakan adaptor dan charger yang terhubung langsung ke sumber listrik sebagai pilihan utama saat mengisi daya.

7. Selalu perbarui iPhone ke iOS terbaru

Apple secara rutin merilis pembaruan iOS yang tidak hanya menghadirkan fitur baru, tetapi juga membawa peningkatan efisiensi sistem dan optimalisasi pengelolaan baterai.

Pada beberapa versi iOS terbaru, Apple juga menghadirkan fitur yang mampu membatasi pengisian daya hingga persentase tertentu, seperti 80 persen pada model iPhone yang mendukung fitur tersebut. Teknologi ini membantu mengurangi tekanan pada baterai sehingga usia pakainya dapat lebih panjang.

Selain menjaga Battery Health, pembaruan iOS juga meningkatkan keamanan serta performa perangkat secara keseluruhan.

Mengapa Battery Health penting?

Battery Health menjadi indikator yang menunjukkan kondisi kapasitas maksimum baterai dibandingkan saat perangkat masih baru. Semakin tinggi persentasenya, semakin optimal pula kemampuan baterai dalam menyimpan daya.

Seiring bertambahnya usia perangkat, persentase Battery Health memang akan menurun secara alami. Namun, kebiasaan penggunaan yang tepat dapat membantu memperlambat penurunan tersebut.

Baca juga: Huawei Nova 16 SE dikabarkan bakal hadir dengan baterai 8.500 mAh

Baca juga: Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra: Kamera 200MP, baterai 5.000mAh, Snapdragon 8 Elite Gen 5

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |