Ada Tangan Israel di Balik Krisis Imigran Ceuta?

6 hours ago 2
Ada Tangan Israel di Balik Krisis Imigran Ceuta? Spanyol melakukan pengamanan di wilayah Ceuta setelah gelombang migran dari Maroko membanjiri kantong Spanyol di Afrika Utara dalam beberapa hari terakhir.(Roya News)

RIBUAN imigran menyeberang dari Maroko menuju Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, dalam sepekan terakhir. Lonjakan kedatangan itu memaksa otoritas setempat mengajukan status darurat dan meminta tambahan personel keamanan dari pemerintah pusat di Madrid.

Sebagian besar migran mencapai wilayah Eropa tersebut dengan berenang melewati pemecah ombak atau melintasi penghalang di garis pantai. Fasilitas penampungan di Ceuta dilaporkan kewalahan menampung arus pendatang yang terus meningkat.

Di tengah krisis tersebut, media sosial di Spanyol diramaikan spekulasi yang mengaitkan lonjakan imigran dengan pernyataan sejumlah pejabat Israel, demikian media Yordania, Roya News, melaporkan. Polemik mencuat setelah Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, kembali menyinggung status Ceuta dan Melilla yang merupakan wilayah Spanyol di Afrika Utara.

Melalui akun X, Danon menyindir sikap pemerintah Spanyol yang kerap mengkritik kebijakan Israel.

"Spanyol, yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menguliahi Israel, kini menetapkan status darurat di Ceuta akibat krisis kebijakan imigrasinya. Mungkin sebelum terus menguliahi kami, sudah saatnya Spanyol menjelaskan kepada dunia mengapa mereka masih mempertahankan wilayah-wilayah kantong kolonial di Afrika."

Pernyataan tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial. Sejumlah komentator internet dan tokoh publik Spanyol menduga krisis imigran itu berkaitan dengan tekanan politik sebagai respons atas sikap Spanyol terhadap konflik Gaza dan kebijakannya yang pro-Palestina. Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut.

Pernyataan lama Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, juga kembali beredar luas. Pada Mei 2019, saat memperdebatkan dukungan Spanyol terhadap organisasi nonpemerintah (NGO) pro-Palestina, Yair mengunggah peta Ceuta dan Melilla disertai pesan:

"Kepada warga Arab dan muslim. Ingin membebaskan wilayah Arab dan Islam yang diduduki? Ini awal yang baik!"

Ia kemudian menanggapi kritik dari warga Spanyol melalui unggahan lain.

"Kepada rakyat Spanyol. Saya melihat kalian semua marah. Ceuta dan Melilla adalah wilayah kecil yang kalian miliki di seberang laut, di benua lain. Sekarang bayangkan bagaimana perasaan kami ketika pemerintah kalian meminta Israel menyerahkan Yudea dan Samaria. Mari kita buat kesepakatan: kami tidak akan mendanai NGO di negara kalian yang menyerukan agar kalian menyerahkan Ceuta dan Melilla, dan kalian berhenti mendanai NGO di negara kami yang menyerukan agar kami menyerahkan Yudea dan Samaria." Yudea dan Samaria adalah nama yang dipakai Israel untuk menggantikan nama Tepi Barat, Palestina. 

Hingga kini, pemerintah Spanyol maupun pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi yang mengaitkan lonjakan migran di Ceuta dengan isu diplomatik kedua negara. Otoritas Spanyol masih berfokus menangani dampak kemanusiaan dan keamanan akibat meningkatnya arus migrasi dari Maroko. (B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |