Apa Alasan BGN Sewa Puluhan Jasa EO hingga Rp 113 Miliar

2 hours ago 1

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan alasan lembaganya menyewa jasa event organizer atau EO. Menurut dia, BGN belum memiliki sumber daya yang sepenuhnya siap mengurusi seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar.

BGN, kata dia, terbilang sebagai lembaga baru yang masih membangun sistem dan tata kelola operasional. Dia mengklakm kebijakan menyewa jasa EO dari pagu anggaran BGN tahun 2025 dinilai sebagai bagian dari kebutuhan strategis.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Penggunaan jasa EO untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu," kata Dadan dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 12 April 2026.

Terlebih, dia menilai pihak EO lebih memiliki keahlian yang tidak dipenuhi oleh lembaga urusan gizi ini. Dadan berujar penyelenggaraan kegiatan BGN membutuhkan dukungan pihak profesional.

"EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional," ucap Dadan.

Selain itu, menurut dia, penggunaan jasa EO dapat mendukung tata kelola administrasi dan keuangan lembaga yang lebih tertib. "Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ucapnya.

Dia juga mengklaim penggunaan jasa EO untuk mengurusi kegiatan lembaga pelaksana proyek makan bergizi gratis (MBG) ini lebih efisien dan rasional. Khususnya, kata dia, jika dibandingkan dengan membangun tim internal dalam waktu singkat.

Dadan mengatakan proses pembentukan kapasitas internal agar dapat menangani seluruh kegiatan BGN justru memakan biaya dan waktu hingga rekrutmen yang tidak instan.

"Sementara itu kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi jembatan agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," kata Dadan.

Sebelumnya, BGN menunjuk sejumlah perusahaan untuk menjadi event organizer atau EO dalam berbagai kegiatan lembaga urusan gizi ini. Sepanjang pengadaan BGN di tahun 2025, setidaknya ada 31 paket penyewaan jasa EO yang diteken dengan total nilai kontrak Rp 113,9 miliar.

Berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa BGN yang dipublikasikan LKPP, mayoritas penyewaan EO untuk urusan kegiatan di kantor pusat. Sejumlah perusahaan penyedia jasa EO kerap mendapat tender lebih dari sekali. 

Tempo mencatat perusahaan bernama Anugrah Duta Promosindo dan Renjana Media Indonesia sebagai penyedia jasa EO yang paling sering ditunjuk BGN. Kedua perusahaan tersebut mendapat empat kali paket kontrak pengadaan jasa EO. Total nilai kontrak pengadaan jasa EO di Anugrah Duta Promosindo senilai Rp 17,425 miliar.

Sedangkan anggaran yang digelontorkan BGN untuk menyewa jasa EO di Renjana Media Indonesia sebesar Rp 7,807 miliar. BGN tidak hanya menyewa jasa EO untuk kegiatan di kantor pusat, tapi juga menyewa EO untuk agenda bimbingan teknis.

BGN menunjuk perusahaan bernama Maria Utara Jaya untuk mengurusi kegiatan bimbingan teknis manajemen risiko di wilayah kantor pelayanan pemenuhan gizi daerah. 

Nilai kontrak untuk pengadaan jasa EO dengan perusahaan Maria Utara Jaya sebesar Rp 18,472 miliar alias yang paling besar dibanding paket kontrak lainnya. Selain untuk urusan kegiatan rutin dan pelatihan, BGN tercatat pernah menyewa jasa EO untuk olahraga.

Dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 2025, BGN menggelar acara bertajuk "Fun Run Hakordia BGN", dengan menunjuk perusahaan EO bernama Kredo Aum. Nilai kontrak untuk menyewa EO di acara lari ini sebesar Rp 1,339 miliar.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |