Banyak yang belum Miliki Peta Jalan Hidup, Generasi Muda Didorong Investasi sejak Sini

6 hours ago 3
Banyak yang belum Miliki Peta Jalan Hidup, Generasi Muda Didorong Investasi sejak Sini Diskusi dan edukasi investasi di Institut Teknologi Bandung, Selasa (4/8/2026).(MI/Bayu Anggoro)

GENERASI muda diimbau untuk membiasakan mengelola keuangan dengan baik. Salah satunya dengan mulai berinvestasi sejak dini. Hal ini mengemuka dalam diskusi edukasi investasi di Institut Teknologi Bandung, Selasa (4/8).

Sales Business to Business Senior PT Pegadaian Area Tasikmalaya, Muhammad Razhi, menjelaskan, generasi muda penting untuk mulai berinvestasi. Investasi sejak dini penting untuk membangun fondasi investasi yang kuat. Nantinya, kata dia, kebiasaan berinvestasi tersebut akan membentuk kemampuan pengelolaan keuangan yang matang ketika memasuki dunia kerja dan memiliki penghasilan tetap.

"Kalau kita tidak berinvestasi, uang kita tetap. Sedangkan biaya hidup semakin meningkat tiap tahunnya," kata dia.

Terlebih, ia menilai, generasi muda termasuk mahasiswa masih banyak yang belum memiliki peta jalan hidupnya.

"Karena kebanyakan mahasiswa itu saat ini tidak memikirkan masa depan mereka. Mereka tidak memikirkan ketika lulus nanti harus seperti apa, entah itu membuat usaha atau kerja," katanya.

Tak hanya itu, menurutnya di usia muda tersebut memang seseorang masih mencari jatidiri, sehingga anak muda berpotensi masih mencari kesenangan.

"Belum memikirkan masa depan. Makanya kita berharap mahasiswa itu bisa mengelola keuangan dengan baik. Sehingga ketika mereka dewasa nanti, ketika mereka sudah lulus, mereka sudah bekerja atau memiliki usaha, mereka sudah bisa mengatur keuangan dengan baik," katanya.

Menurutnya, waktu paling tepat bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi adalah sejak mendapatkan uang saku atau beranjak dewasa. ​

"Kalau saat ini kita hanya mendapatkan uang untuk jajan, kita terjebak dalam pola hidup konsumtif," katanya.

Lebih lanjut, Razhi memaparkan berbagai pilihan instrumen investasi yang berkembang di era digital saat ini. Mulai dari saham yang menuntut pemahaman membaca laporan keuangan perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia, reksa dana yang dikelola oleh manajemen investasi, hingga obligasi berupa surat utang.

Selain itu, ia pun menyebut aset kripto dan emas sebagai pilihan investasi. Menurutnya, emas memiliki konsep yang jauh lebih sederhana, mudah dikelola, serta secara psikologis memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya.

"Emas dikenal sebagai pelindung nilai dengan rata-rata kenaikan pertengahan tahun berkisar 10 hingga 50%, serta tahan terhadap gejolak geopolitik maupun penurunan nilai rupiah," katanya. ​

keunggulan lain dari menabung emas saat ini adalah sifatnya yang sangat likuid dan mudah diakses. Berkat kemajuan digital, kata dia, masyarakat khususnya mahasiswa dapat memanfaatkan produk tabungan emas digital yang dapat diakses hanya dalam hitungan menit di mana saja. Sejalan dengan itu, kata dia, PT Pegadaian mengeluarkan produk investasi yang terpercaya.

"Keunggulannya kita memiliki layanan bank emas terlengkap di Indonesia. Karena tentunya Pegadaian itu kemarin 2025 sudah disahkan menjadi pelopor bank emas pertama, kita memiliki layanan yang lengkap mulai dari jual beli emas, gadai, kemudian deposito emas, cetak emas itu sudah bisa dilakukan hanya dalam satu aplikasi saja," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya memberikan selisih beli dengan jual yang tipis sehingga lebih meringankan.

"Jadi tidak terlalu jauh seperti di yang lain," katanya seraya menyebut dengan terdapat aplikasi, proses investasi dan transaksi emas bisa kapan dan di manapun. (BY/E-4) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |