Bapanas Mengklaim Telah Siapkan Mitigasi Dampak El Nino

6 hours ago 2

BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan telah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino. Bapanas menjelaskan, langkah itu berupa penyiapan dan pendistribusian pupuk serta peningkatan luas tambah tanam.

“Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

Ketut mengatakan pemerintah telah berpengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024. Berbekal pengalaman itu, Ketut yakin pemerintah dapat menghadapi potensi dampak El Nino pada tahun ini melalui mitigasi dan antisipasi.

Ketut menilai penguatan sistem pangan tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah pusat. Menurut dia, keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan pun menjadi penting.

Ketut menekankan urgensi dan kewajiban pemerintah daerah memiliki cadangan pangan. Tujuannya adalah memperatakan stok pangan dan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi setiap kondisi.

Berdasarkan data Bapanas hingga Kamis, 2 April 2026, stok beras nasional sekitar 4,4 juta ton atau setara dengan 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional.

Adapun stok komoditas lain, seperti jagung, gula konsumsi, dan minyak goreng, masing-masing tercatat sebanyak 168 ribu ton, 49 ribu ton, dan 121 ribu kiloliter.

Sementara itu, cadangan pangan di tingkat kabupaten/kota tercatat mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah. Ketut menyatakan cadangan pangan pemerintah daerah kabupaten/kota mencerminkan penguatan ketahanan pasokan di tingkat lokal dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan distribusi.

Daerah dengan jumlah cadangan pangan terbesar adalah Jawa Barat sebanyak 2.790,9 ton, kemudian disusul Banten dengan 2.007,25 ton.

Sementara itu, cadangan beras provinsi secara nasional tercatat mencapai 7.561,23 ton, dengan 33 provinsi telah memiliki regulasi dan mekanisme pengelolaan cadangan beras pemerintah provinsi.

Jumlah cadangan beras terbesar tercatat di Jawa Barat dengan 2.626,94 ton, diikuti Jawa Timur sebesar 825,36 ton.

Ketut menegaskan bahwa kerja sama pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan sistem pangan nasional tetap tangguh, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem. “Kita harus tetap waspada, tidak untuk menakuti, tapi memastikan semua langkah mitigasi yang sudah disiapkan dapat dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Pilihan Editor:  Pentingkah Penyatuan Neraca Komoditas Gula

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |