Bekasi, CNN Indonesia --
Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii membeberkan alasan gerbong Lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek tidak langsung dilepas dari gerbong KRL sesaat pascatabrakan pada Senin (27/4) malam kemarin.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.57 WIB di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Syafii menerangkan pemisahan gerbong lokomotif dan KRL tidak bisa langsung dilakukan pada malam itu juga. Pasalnya, masih ada korban yang terjebak dalam gerbong KRL yang ditubruk lokomotif Argo Bromo Angrek tujuan Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokomotif pun tak bisa asal ditarik mundur demi mencegah dampak lebih fatal pada korban yang masih terjebak, dan diduga pada malam itu dalam kondisi selamat.
"Pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan retrikasi atau ekstrikasi sehingga korban bisa kita selamatkan," ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
"Namun terkait dengan peralatan yang kita miliki, tentunya mulai dari peralatan manual, yang menggunakan listrik bahkan dengan sistem hidrolik, semuanya merupakan standar peralatan yang kita gunakan," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia anak-anak dalam insiden naas itu. Syafii memastikan seluruh korban merupakan perempuan dewasa.
"Saya melihatnya tidak ada [korban anak], semuanya sudah masuk kategori dewasa," jelasnya.
Selain itu, Syafii menyebut hampir seluruh korban tewas di gerbong KRL karena terjepit gerbong Lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
"Adanya korban baik itu yang kita evakuasi dalam kondisi meninggal hampir semuanya karena terjepit," ujarnya.
Syafii menyatakan proses evakuasi rampung pada Selasa pagi tadi.
"Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke home base masing-masing," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka.
PT KAI saat ini masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
(tfq/kid)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)










