Dubes Djauhari: turis China bisa belanja di warung pakai QRIS

1 hour ago 1

Beijing (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyebut turis asal China dapat berbelanja di warung Indonesia hanya dengan menggunakan QRIS lintas batas.

"Dengan adanya konektivitas pembayaran lintas batas ini, saya membayangkan para wisatawan Indonesia dapat membayar kebutuhan dasar, mulai dari akomodasi hingga makanan hanya dalam hitungan detik, sementara turis Tiongkok dapat dengan mudah melakukan pemindaian pembayaran di berbagai warung lokal dan minimarket di Indonesia," kata Dubes Djauhari di Beijing, Kamis.

Dubes Djauhari menyampaikan hal tersebut dalam "soft launching" QRIS lintas negara antara Indonesia dan China. Transaksi QRIS Indonesia saat ini masih terbatas dilakukan untuk sistem pembayaran digital Alipay padahal di China ada juga sistem WeChat Pay maupun Unionpay.

"Turis masih kerap menghadapi hambatan tak kasat mata yakni kendala dalam proses pembayaran, kartu yang mungkin tidak dapat digunakan, atau tantangan dalam penukaran mata uang. Dengan kemudahan pembayaran seperti ini maka akan mendorong peningkatan belanja, memperdalam kepuasan pelanggan, serta menjadikan pengalaman berwisata terasa jauh lebih menyenangkan," tambah Dubes Djauhari.

Selain bermanfaat untuk kegiatan wisata, Dubes Djauhari mengatakan konektivitas alat pembayaran tersebut juga mengangkat ekosistem pembayaran digital Indonesia ke panggung global.

"China telah berhasil membangun salah satu ekonomi nir-tunai paling maju di dunia. Melalui integrasi sistem ini, Indonesia memperoleh landasan yang kokoh dan teruji efektivitasnya," ungkap Dubes Djauhari.

Ia menyebut para pelaku industri fintech, perbankan, dan penyedia 'payment gateway' asal Indonesia dapat memiliki kesempatan untuk belajar dan bersaing dalam skala yang lebih luas.

"Tentu saja, kemitraan ini juga membuka ruang bagi solusi pembayaran Indonesia untuk merambah ke berbagai ekonomi besar lainnya di dunia. Kita bertransformasi dari sekadar pemain lokal menjadi pesaing global yang tangguh," tegas Dubes Djauhari.

Barongsai tampil dalam peluncuran "soft launching" QRIS lintas negara antara Indonesia dan China di Beijing pada Kamis (30/4). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Ketiga, dan yang paling penting, Dubes Djauhari menyebutkan keterkaitan ini melambangkan betapa eratnya hubungan di antara kedua negara.

"Selama berabad-abad, lautan telah menghubungkan kita melalui perdagangan, budaya, dan rempah-rempah. Kini, pembayaran digital hadir sebagai penghubung baru. Melalui pembayaran lintas batas, Indonesia, dan China menegaskan kepada satu sama lain maupun kepada dunia bahwa hubungan kedua negara bersifat mendalam, praktis, dan siap menghadapi masa depan," kata Dubes Djauhari.

Ia mengungkakan saat ini pada 2025 terdapat 1,34 juta wisatawan China berkunjung ke Indonesia. Pada saat yang sama, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok juga terus bertumbuh dengan menjelajahi destinasi-destinasi baru seperti Chongqing, Chengdu, ataupun Harbin.

"Grand Launching" QRIS lintas batas Indonesia-China baru akan dilangsungkan pada Juni 2026 di Shanghai, bersamaan dengan Pertemuan Tingkat Tinggi Program Kerja Bersama Indonesia-China.

Setelah resmi diluncurkan QRIS, dari sisi Indonesia, terdapat 24 penyelenggara yang terlibat yang terdiri dari 16 perbankan dan 8 lembaga selain bank.

Sementara dari pihak China, tercatat ada 19 penyelenggara yang siap mendukung konektivitas pembayaran tersebut.

Semenjak masa uji coba (sandboxing) antara BI dan PBoC sejak 17 Agustus 2025 tercatat penggunaan QRIS lintas batas Indonesia-China "inbound" mencapai 1,64 juta transaksi dengan nominal Rp556 miliar.

Transaksi "inbound" adalah transaksi yang dilakukan masyarakat China di Indonesia sedangkan "outbond" adalah transaksi yang dilakukan masyarakat Indonesia di China.

Sedangkan transaksi "outbound" tercatat mencapai sekitar 8.000 transaksi, dengan nilai sekitar Rp6,4 miliar.

Baca juga: BI perluas QRIS antarnegara ke China, transaksi mulai bisa hari ini

Baca juga: Jalin berharap China-India jadi pasar baru jasa pembayaran Indonesia

Baca juga: Bank Indonesia promosikan mekanisme transaksi mata uang lokal di China

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |