IHSG Setelah Pengunduran Diri Gubernur BI

3 hours ago 2

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Senin, 27 Juli 2026 bergerak melemah menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). IHSG dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,07 poin atau 0,34 persen ke posisi 612,72.

"IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar,” kata Founder Republik Investor, Hendra Wardana, seperti dikutip dari Antara, Senin, 27 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari mancanegara, Hendra menjelaskan penurunan harga minyak mentah dapat meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global. Lalu mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral serta menurunkan risiko kenaikan biaya energi bagi dunia usaha.

Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, ia menyatakan pelemahan harga minyak juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

"Terdapat sentimen positif yang berpotensi membatasi tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level 100 dolar AS per barel kini terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel,” ujar Hendra.

Sementara itu, pelaku pasar akan mencermati pertemuan bank sentral AS The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026 atau pekan ini untuk menentukan arah kebijakan suku bunga acuannya.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) dan data inflasi PCE AS. Kemudian pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026, data durable goods orders AS, rapat Politbiro China, serta PMI manufaktur Cina,

Dari dalam negeri, Hendra juga merespons mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Ia menilai penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, memberikan sinyal bahwa kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga.

Menurut dia, Destry merupakan bagian dari perumus kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sehingga pasar cenderung menilai tidak akan terjadi perubahan kebijakan yang signifikan selama masa transisi.

“Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar AS atau melemah sekitar 0,23 persen, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap kabar tersebut,” tutur Hendra.

Bagi investor, ia menjelaskan posisi Gubernur BI merupakan salah satu jabatan yang sangat vital karena setiap keputusan tentang suku bunga acuan, kebijakan nilai tukar, pengendalian inflasi, hingga kebijakan makroprudensial akan mempengaruhi pergerakan rupiah, pasar obligasi, maupun IHSG.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |