KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengimbau seluruh warga kampus untuk tak menggunakan kendaraan pribadi di tengah kondisi krisis global. Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengajak mahasiswa maupun dosen menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki ke kampus.
“Zaman dulu sebenarnya kita sudah terbiasa ada yang jalan kaki, naik sepeda. Itu barangkali juga diharapkan mulai terbiasa,” kata Brian di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Senin, 6 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Brian, dengan jalan kaki atau naik sepeda, bukan berarti status sosial menjadi turun. Brian bilang, di negara-negara maju seperti Eropa, jalan kaki atau bersepeda adalah hal yang biasa.
Jika bersepeda dengan pedal manual terlalu berat, Brian mengajak masyarakat untuk naik sepeda listrik. “Kalau berat, seperti ada tanjakan misalnya, bisa saja kan pakai sepeda listrik. Itu membantu bagaimana mobilitas dari yang masih tergantung menggunakan fosil atau bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diubah menjadi kebiasaan yang lebih sehat,” ujar Brian.
Imbauan untuk berjalan kaki dan bersepeda sebelumnya juga datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Dia mengimbau agar anak-anak sekolah yang tinggal dekat dengan sekolah untuk berjalan kaki atau bersepeda saja.
“Kalau boleh mengimbau, ya, sebaiknya orang tua tidak mengantarkan anaknya dengan kendaraan pribadi yang berlebihan begitu,” kata Mu’ti saat ditemui di kantor Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Rabu, 1 April 2026. “Kalau jaraknya tidak jauh, ya, naik sepeda atau jalan kali, yang penting aman dan nyaman.”
Imbauan itu disampaikan Mu’ti tengah kebijakan kerja dari rumah yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut bagian dari upaya pemerintah untuk menghemat energi dampak dinamika global.
Mu’ti juga berharap pemerintah daerah dapat memperbanyak fasilitas untuk pejalan kaki atau jalur pengendara sepeda. Infrastruktur daerah yang memadai, kata dia, bisa sangat membantu masyarakat untuk tergerak menggunakan transportasi ramah lingkungan. “Dulu kan di Jakarta ada ya. Sekarang sayang sekali ditiadakan. Bersepeda itu lebih sehat. Ada gerakan fisiknya,” ujarnya.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)








