Jalan Depan DPR Arah Slipi Ditutup Imbas Aksi Massa Buruh May Day 2026

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi ditutup imbas aksi demo yang digelar massa buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (1/6).

Penutupan dilakukan mulai dari flyover lakdogi, kendaraan yang hendak lurus ke arah Slipi pun dibelokkan ke kiri ke Jalan Gerbang Pemuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, TransJakarta juga dialihkan melintas di ruas jalan tol imbas penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.

Sementara itu, untuk ruas tol saat ini terpantau ramai lancar di tengah aksi demo yang digelar massa buruh.

Hingga saat ini, aksi demo masih berlangsung. Berbagai tuntutan juga disuarakan oleh para orator dari atas mobil komando di depan pagar gedung yang jadi tempat berkantornya wakil rakyat tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.678 personel gabungan untuk mengamankan aksi demo untuk memperingati Hari Buruh atau May Day 2026 di depan Gedung DPR.

Aksi demo itu diketahui digelar oleh Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).

"Jumlah personel yang dilibatkan dalam pengamanan di sekitar DPR-MPR sejumlah 6.678 personil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan.

Budi menerangkan, aksi demo itu diperkirakan akan diikuti 5.000 massa yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Banten hingga Jawa Barat.

Penjelasan KASBI

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno membeberkan alasan pihaknya tak mengikuti acara peringatan Hari Buruh atau May Day bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Monas pada Jumat pagi tadi. Mereka memilih bertemu anggota DPR dan melakukan aksi di depan wakil rakyat pada Jumat siang jelang petang ini.

Sunarno menyebut langkah itu diambil bukan karena pihaknya membenci pemerintahan. Namun, karena melihat kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang masih buruk.

"Memang kami sengaja melakukan aksi di gedung DPR, tidak di Monas bersama Presiden. Kami juga diundang, tapi bukan berarti kami apa, membenci pemerintahan dan lain sebagainya," kata Sunarno saat audiensi dengan pimpinan DPR RI di komplek parlemen, Jumat (1/6).

"Tapi, dengan situasi yang terjadi saat ini atau kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini masih sangat buruk, artinya kami masih ingin menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan di grassroot," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sunarno turut menyampaikan sejumlah tuntutan yang diusung dalam peringatan May Day tahun ini.

Pertama, terkait pembuatan UU Ketenagakerjaan baru sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami meminta kepada DPR untuk segera melakukan pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro buruh dengan melibatkan unsur-unsur dari serikat buruh. Karena kalau tidak melibatkan unsur-unsur dari serikat buruh, kami rasa secara substansi pasti tidak akan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan kaum buruh selama ini," tutur dia.

Kemudian, soal sistem pengupahan di Indonesia. Sunarno meminta pemerintah dan DPR untuk bersinergi dalam menyikapi tentang disparitas upah buruh di Indonesia.

Selanjutnya, Sunarno juga soal sistem perjanjian kerja paruh waktu atau outsourcing, kerja kontrak, pemagangan bahkan mungkin harian lepas.

Hal lain yang juga menjadi sorotan soal ratifikasi konvensi ILO 188 tentang pekerja perikanan atau kelautan atau maritim dan ratifikasi konvensi ILO 190 karena di Indonesia belum diratifikasi tentang tindakan kekerasan atau pelecehan di dunia kerja.

"Nah mestinya apa pemerintah kita bisa melakukan ratifikasi itu," ucap Sunarno.

Sebelum tengah hari ini, perwakilan massa buruh di depan DPR bertemu sejumlah wakil rakyat dan pimpinan DPR. Mereka menyampaikan aspirasi mereka.

[Gambas:Youtube]

(dis/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |