Lindsay Clancy(AFP)
HAKIM di Massachusetts resmi menyatakan mistrial atau persidangan batal demi hukum dalam kasus pembunuhan yang menjerat Lindsay Clancy. Keputusan ini diambil setelah panel juri, yang telah bermusyawarah selama hampir satu minggu, menyatakan tidak mampu mencapai kesepakatan secara aklamasi terkait pertanggungjawaban pidana perempuan tersebut.
Kasus yang menewaskan tiga anak kandungnya ini telah menyita perhatian publik Amerika Serikat, hingga memicu komentar langsung dari Presiden AS Donald Trump.
"Pada titik ini, saya menyatakan juri berada dalam posisi deadlock (kebuntuan), dan saya menyatakan persidangan ini mistrial," tegas Hakim Sullivan kepada para juri pada Jumat waktu setempat, usai memulangkan panel yang telah mendengarkan kesaksian selama berminggu-minggu tersebut.
Status deadlock atau hung jury ini menandakan bahwa tidak ada keputusan hukum yang mengikat; jaksa belum terbukti berhasil meyakinkan juri atas tuduhannya, dan terdakwa juga tidak dinyatakan bebas atau tidak bersalah.
Persidangan berlanjut dengan penjadwalan sidang berikutnya pada 29 September 2026 mendatang. Pada agenda tersebut, pihak jaksa penuntut umum diperkirakan akan memaparkan langkah hukum selanjutnya.
Sementara menunggu proses hukum berjalan, mantan perawat berusia 36 tahun itu tetap berada dalam penahanan atas dakwaan pembunuhan dan harus melanjutkan perawatan di fasilitas kesehatan jiwa. Jaksa memiliki beberapa opsi tindakan ke depan, mulai dari mengajukan persidangan ulang (retrial) hingga menjajaki kesepakatan pengakuan bersalah (plea agreement).
Lindsay Clancy dituduh melakukan penjeratan hingga tewas terhadap ketiga anaknya, Cora, 5, Dawson, 3, dan Callan, 8 bulan, di kediaman mereka di Massachusetts pada 2023. Usai kejadian tersebut, Clancy melukai dirinya sendiri dengan pisau dan melompat dari jendela lantai dua dalam upaya bunuh diri yang mengakibatkan tubuhnya mengalami kelumpuhan.
Di persidangan, Clancy tidak membantah bahwa dirinya telah menewaskan ketiga anaknya. Namun, ia menyatakan tidak bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Tim kuasa hukumnya berargumen Clancy mengidap postpartum psychosis (psikosis pascamelahirkan) saat peristiwa terjadi, sehingga secara hukum tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Ketegangan dan Upaya Hukum di Menit Akhir
Sebelum penutupan sidang, pengacara Clancy, Kevin Reddington, sempat mengajukan upaya dramatis untuk mencegah penetapan mistrial. Reddington meminta hakim memberhentikan seorang anggota juri yang diduga tidak mengikuti petunjuk persidangan terkait asas reasonable doubt (keraguan yang beralasan).
Namun, Hakim Sullivan menolak permintaan tersebut dan tetap meminta juri melanjutkan diskusi. Satu jam kemudian, panel juri kembali dan menegaskan mereka tetap tidak dapat mencapai kata sepakat.
Mendengar hal itu, Reddington mengajukan banding darurat ke Mahkamah Agung Yudisial Massachusetts agar meminta hakim memaksa juri melanjutkan musyawarah. Pengajuan banding tersebut ditolak mahkamah tertinggi negara bagian, yang memuluskan penetapan status mistrial.
Jaksa Wilayah Plymouth County, Timothy Cruz, menegaskan fakta dasar dalam kasus ini sudah sangat jelas bagi pihak penuntut. "Keputusan tidak akan dibuat hari ini. Faktanya adalah Lindsay Clancy membunuh ketiga anaknya dan bukti mengindikasikan kepada kami bahwa dia mengendalikan tindakannya saat melakukan pembunuhan tersebut," ujar Cruz.
Di luar ruang sidang, Reddington mengklaim 11 dari 12 juri sebenarnya cenderung memilih putusan yang menguntungkan kliennya jika tidak dihalangi oleh satu juri yang bertahan.
Tragedi ini turut memicu perhatian nasional hingga menyita perhatian Presiden Donald Trump di Gedung Putih.
"Dia melakukan hal yang sangat, sangat mengerikan. Tidak ada yang lebih buruk dari itu. Saya mengasumsikan akan ada persidangan lain," kata Trump. "Tetapi Anda akan tahu berapa harga yang harus dibayar. Akan ada harganya." (BBC/Z-2)







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)