Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk Kategori tidak Sehat, Ini 3 Jurus Pemprov DKI

5 hours ago 3
Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk Kategori tidak Sehat, Ini 3 Jurus Pemprov DKI Indeks kualitas udara Jakarta capai angka 113 pada Sabtu pagi. Pemprov DKI Jakarta siapkan tiga strategi utama untuk tekan emisi polusi udara.(MI/Usman Iskandar)

KUALITAS udara di Jakarta pada Sabtu pagi berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di kota metropolitan ini menyentuh angka 113, yang menempatkan Jakarta di urutan ke-13 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Warga Jakarta pun dianjurkan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalkan dampak buruk polusi. Sebagai perbandingan, posisi puncak kota dengan kualitas udara terburuk di dunia diduduki oleh Kuching, Malaysia dengan indeks AQI mencapai 286. Posisi kedua diisi oleh Kinshasa, Kongo di angka 205, disusul Kampala, Uganda di urutan ketiga dengan indeks 159.

Tiga Strategi Utama

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan dan menjalankan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.

Langkah pertama difokuskan pada perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek demi menekan penggunaan kendaraan pribadi. Beberapa rute yang terus diperluas antara lain Blok M–Alam Sutera dan Blok M–PIK 2, serta rencana pembukaan rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga untuk beralih memanfaatkan moda transportasi publik yang disediakan. Untuk menunjang hal tersebut, Pemprov DKI telah menerbitkan regulasi yang membebaskan biaya layanan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat.

Saat ini, tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai 92 persen. Capaian ini membawa Jakarta menduduki peringkat ke-17 di dunia dan posisi kedua di tingkat ASEAN setelah Singapura.

Mengingat sektor transportasi menyumbang hingga 50%emisi gas buang di Jakarta, Pramono menetapkan target pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030 mendatang.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru.  

Selain dari sektor transportasi, Pemprov DKI juga menaruh perhatian besar pada tata kelola sampah. Langkah nyata yang diambil adalah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di beberapa titik, yakni Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek pengelolaan sampah ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya. (Ant/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |