Jusuf Kalla akan Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi

6 hours ago 3

MANTAN wakil presiden Jusuf Kalla berencana melaporkan Rismon Sianipar, tersangka kasus dugaan ijazah palsu eks Presiden Joko Widodo, ke kepolisian. 

“Di media, tersebar berita berdasarkan keterangan ‘saudara Rismon Sianipar’ bahwa saya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawannya sebesar Rp 5 miliar untuk mempersoalkan soal ijazah Jokowi. Saya katakan itu tidak benar,” kata Jusuf Kalla kepada awak media di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Ahad, 5 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pria yang akrab disapa JK itu menyatakan tidak mengenal Rismon Sianipar. Apalagi bertemu dengannya. 

Jusuf Kalla mengatakan, dia memang mengenal Roy Suryo yang juga menjadi tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Tetapi karena Roy adalah mantan menteri. Sementara tersangka lainnya, JK tidak mengenalnya. 

“Karena ini sudah tersebar, maka besok pengacara mewakili saya melaporkan saudara Rismon ke Bareskrim,” tutur Jusuf Kalla. “Untuk menetapkan kebenaran bahwa apa yang dia katakan tidak benar". 

Pengacara Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, mengungkapkan hal senada. Dia mengatakan akan melaporkan Rismon ke polisi pada Senin besok, 6 April 2026. Timnya tengah mendiskusikan apakah laporan disampaikan ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) atau Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). 

“Setelah kami pelajari pernyataan Rismon itu di beberapa akun itu, sudah di angka sekitar 100 ribuan lebih yang (menonton). Jadi berarti ini kan sudah viral di mana-mana nih pernyataan Rismon itu,” ucap Abdul dalam kesempatan yang sama. 

Dia mengungkapkan tangkapan layar video Rismon yang beredar menjadi barang bukti yang akan disampaikan ke kepolisian. Menurut Abdul, ada sejumlah akun yang mengunggah video tersebut. Namun, ia tak merincikan nama akun-akun tersebut. 

“Sebenarnya beliau (JK) tidak terlalu menanggapi secara serius dengan pernyataan ini, karena kan itu soal hal yang remeh-temeh ya. Cuma karena ini berkaitan dengan kredibilitas beliau, harga diri beliau sebagai negarawan,” tuturnya. 

Selain itu, pernyataan tersebut mempersoalkan ijazah Jokowi. Menurut kliennya, apabila tidak diklarifikasi dan ditanggapi secara serius, publik akan bisa membenarkan pernyataan Rismon tersebut. 

“Sehingga alasan Pak JK adalah biar nanti Rismon yang membantah aja di situ. Jadi bukan Pak JK yang membantah, nanti biar Rismon yang membantah, biar clear,” kata Abdul.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |