Planet Labs Tahan Citra Satelit Iran dan Timur Tengah

3 hours ago 3

PERUSAHAAN citra satelit Planet Labs menyatakan akan menahan publikasi gambar wilayah Iran serta kawasan konflik di Timur Tengah hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil guna memenuhi permintaan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Keputusan tersebut disampaikan melalui email kepada pelanggan pada Sabtu 4 April 2026. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut pemerintah AS meminta seluruh penyedia citra satelit untuk menerapkan penahanan distribusi gambar tanpa batas waktu.

Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan sebelumnya berupa penundaan distribusi citra selama 14 hari, yang diperpanjang dari jeda awal 96 jam. Planet Labs menyatakan pembatasan tersebut dimaksudkan untuk mencegah pihak lawan memanfaatkan citra satelit dalam serangan terhadap AS dan sekutunya.

Mengutip Al Jazeera, Planet Labs menyatakan penahanan pencitraan satelit sudah dilakukan sejak 9 Maret 2026 dan kebijakan ini diperkirakan berlaku hingga konflik berakhir. Perang Iran sendiri dimulai pada 28 Februari 2028 setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang kemudian memicu serangan balasan Teheran ke Israel, aset militer Amerika Serikat, serta infrastruktur sipil di kawasan Teluk.

Planet Labs didirikan pada 2010 oleh mantan ilmuwan NASA. Perusahaan ini akan beralih ke sistem distribusi gambar terbatas yang hanya mencakup materi yang dinilai tidak berisiko terhadap keamanan. Dalam skema baru ini, akses citra akan diberikan secara selektif berdasarkan kebutuhan mendesak, kepentingan misi, atau kepentingan publik.

“Situasi ini luar biasa, dan kami berupaya menyeimbangkan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan,” demikian pernyataan perusahaan yang berbasis di California tersebut.

Di tengah situasi tersebut, penggunaan teknologi satelit menjadi krusial dalam operasi militer, mulai dari identifikasi target hingga pelacakan rudal. Sejumlah analis menilai citra komersial berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Sementara itu, Pentagon menolak memberikan komentar terkait isu intelijen. Penyedia citra lain, Vantor, menyatakan tidak menerima permintaan serupa, meskipun memiliki kebijakan pembatasan akses di wilayah konflik. Perusahaan lain, BlackSky Technology, belum memberikan tanggapan seperti dilansir Al-Monitor.

Teknologi satelit juga berperan penting untuk identifikasi target, panduan senjata, pelacakan rudal, hingga komunikasi. Sejumlah pakar menilai Iran berpotensi mengakses citra komersial melalui pihak ketiga. Di sisi lain, citra satelit juga menjadi sumber penting bagi jurnalis dan akademisi dalam mengamati wilayah yang sulit dijangkau.

Pilihan Editor: Profil Satelit Tertua di Dunia yang Berguna Bagi Penelitian

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |