POLDA Kalimantan Timur memutasi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat, Ajun Komisaris Deky Jonatan Sasiang. Deky yang baru menjabat sejak 3 Desember 2025 digantikan oleh Inspektur Satu Raymond Juliano William.
Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Besar Boney Wahyu Wicaksono, mengatakan polda melakukan mutasi tersebut untuk penyegaran posisi. "Mutasi tersebut merupakan surat telegram dari polda dalam rangka penyegaran dan kebutuhan organisasi," kata Boney kepada Tempo, Selasa, 14 April 2026.
Boney membantah mutasi Deky berkaitan dengan keterlibatan maupun aktivitas pengungkapan kasus narkotika. Dihubungi terpisah, Deky menyebut mutasi jabatannya merupakan hal yang wajar di kepolisian. "Mutasi adalah hal biasa di lingkungan Polri," kata Deky saat dihubungi, Jumat, 17 April 2026.
Sebelumnya, Deky menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, menggantikan Ajun Komisaris Polisi Muhammad Ridwan. Rotasi jabatan tersebut muncul setelah polemik penangkapan terduga pengguna narkoba oleh Satuan Intel Komando Distrik Militer 0912 Kutai Barat.
Saat itu, personel TNI menggerebek enam orang yang diduga menjadi pengedar narkoba pada Kamis, 20 November 2025. Personel kemudian menyerahkan enam orang tersebut kepada Polres Kutai Barat.
Namun, sempat beredar video yang memperlihatkan pertemuan antara Polres Kutai Barat dan Kodim 0912/Kutai Barat. Dalam rekaman tersebut, tampak anggota TNI melakukan walk-out dari forum karena kesal, meskipun penyebab pastinya tidak diketahui.
Pilihan editor: Mengapa Peredaran Narkoba di Penjara Tak Bisa Ditumpas
















































