Kebakaran RSUD Dr Soetomo, 44 Pasien Langsung Dievakuasi

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

RSUD Dr Soetomo mengevakuasi 44 pasien imbas kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi. Namun, satu pasien meninggal dunia meski upaya penyelamatan sudah dilakukan.

Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo Martha Kurnia K mengatakan, prioritas utama pihaknya dalam penanganan kejadian ini adalah keselamatan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan petugas rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain yang telah disiapkan," kata Martha dalam keterangan resminya, Jumat (15/5).

Martha menyebut, 44 pasien itu dievakuasi ke Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, serta Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).

Begitu insiden terdeteksi, pihak RSUD Dr Soetomo segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan melakukan koordinasi cepat bersama tim internal, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Sesuai dengan standar, maka dalam waktu 30 menit pertama telah diaktifkan Incident Commander dengan 4 koordinator di bawahnya: koordinator api, koordinator evakuasi pasien, koordinator pengamanan peralatan medis, dan koordinator pengamanan dokumen," ucapnya.

Seluruh proses evakuasi dilakukan secara terukur sesuai kondisi klinis masing-masing pasien dan di bawah pengawasan tenaga medis. Proses perawatan, pengobatan dan program terapi pasien yang berpindah lokasi tetap berjalan sesuai rencana dengan tim dokter dan keperawatan yang sama.

Namun, dalam proses evakuasi tersebut terdapat dua pasien di ICCU yang mendapat perhatian khusus karena sedang dalam kondisi kritis dan terpasang alat bantu napas ventilator. Kedua pasien tersebut berhasil dievakuasi ke Ruang Resusitasi (RES) IGD.

Satu pasien berhasil selamat, namun satu pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia.

"Kondisi satu pasien berhasil dilakukan stabilisasi. Sementara satu pasien lainnya yang dalam kondisi kritis dinyatakan meninggal dalam proses upaya stabilisasi di Ruang RES," ucapnya.

"Pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang menjalani tindakan operasi jantung, dan pascaoperasi kondisinya masih kritis dengan menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator) serta menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis)," tambahnya.

Terkait penanganan kebakaran, Martha mengklaim petugas RSUD Dr Soetomo telah melakukan pemadaman menggunakan sistem proteksi internal gedung sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, respons cepat seluruh pihak berhasil melokalisir api sehingga tidak meluas ke area maupun lantai lain di lingkungan rumah sakit.

"Saat ini kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Penelitian sumber kebakaran sedang berlangsung oleh pihak yang berwenang. Semua pasien di area terdampak telah dilakukan evakuasi ke berbagai ruangan ICU dan ruangan perawatan lainnya sesuai kondisi perawatan masing-masing," ujarnya.

Saat ini pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan penyesuaian operasional pada beberapa area terdampak. Manajemen RSUD Dr Soetomo juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keamanan fasilitas serta optimalisasi sistem keselamatan rumah sakit.

"RSUD Dr Soetomo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap situasi," jelas dia.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa menegaskan kematian pasien dalam kejadian itu murni disebabkan oleh faktor penyakit yang diderita, bukan karena dampak kebakaran maupun paparan asap.

Cita mengatakan, pasien itu memang dalam kondisi medis yang kritis sebelum kebakaran terjadi. Saat insiden berlangsung, pasien tersebut sedang mendapatkan bantuan melalui alat medis karena mengalami kegagalan fungsi pada beberapa organ tubuh utama.

"Meninggal karena penyakit. Karena memang itu tadi sesuai dengan penjelasan kawan-kawan bahwa kondisi sudah ter-support oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan karena asap karena semuanya ter-support oleh mesin ya," kata Cita.

(frd/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |