Krisis Sungai Eropa: Kekeringan Ekstrem dan Rekor Terendah Terlihat dari Luar Angkasa

5 hours ago 3
 Kekeringan Ekstrem dan Rekor Terendah Terlihat dari Luar Angkasa Ilustrasi.(Magnific)

GELOMBANG panas yang tak henti-hentinya dan kurangnya curah hujan memberikan dampak buruk pada beberapa sungai paling vital di Eropa. Jalur air utama benua ini telah merosot ke rekor terendah di berbagai titik, menciptakan krisis parah yang bahkan dapat terlihat jelas dari luar angkasa.

Citra satelit menunjukkan pemandangan dramatis dari jalur air yang menyusut, berkelok-kelok melalui lanskap yang gersang. Permukaan air yang rendah telah menyingkap hamparan tepi sungai yang luas serta gundukan pasir panjang yang biasanya tersembunyi jauh di bawah permukaan air.

Krisis di Sungai Danube dan Rhine

Eropa saat ini menjadi benua dengan pemanasan tercepat di planet ini. Gelombang panas yang brutal secara berturut-turut telah menyedot kelembapan dari tanah dan jalur air. Dampaknya sangat besar karena sungai-sungai di Eropa merupakan arteri vital untuk transportasi barang, pendingin pembangkit listrik, pembangkit energi hidroelektrik, hingga habitat satwa liar.

Sungai Danube, sungai terpanjang kedua di Eropa, telah jatuh ke rekor terendah di Hungaria. Di Budapest, permukaan air turun hingga 4 inci pada hari Senin, memecahkan rekor terendah sebelumnya sebesar 13 inci yang tercatat pada 2018. Kondisi ini memicu krisis energi di Hungaria, di mana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Paks terpaksa beroperasi hanya pada kapasitas 10% karena kekurangan air pendingin.

Di Rumania, pasukan angkatan laut bahkan harus menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan batu guna mengalihkan aliran air Danube menuju reaktor nuklir Cernavodǎ agar tetap bisa beroperasi.

Sementara itu, Sungai Rhine yang membentang dari Pegunungan Alpen Swiss hingga Laut Utara juga berada pada level kritis. Di titik chokepoint Kaub, Jerman, permukaan air tercatat hanya 9 inci pada hari Rabu (5/8). Akibatnya, kapal komersial harus mengurangi muatan hingga 80% agar tidak kandas, yang secara langsung mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya pengiriman barang seperti bahan pangan, mineral, hingga bahan bakar.

Temuan Sejarah yang Terungkap

Menyusutnya debit air sungai juga menyingkap artefak sejarah yang lama tersembunyi. Di Bulgaria utara, ditemukan sisa-sisa yang diyakini sebagai mammoth kuno, sementara di Serbia, bangkai kapal perang Nazi dari Perang Dunia II muncul ke permukaan di Prahovo akibat kekeringan ekstrem ini.

Peringatan Para Ilmuwan

Para ahli memperingatkan bahwa rekor terendah ini kemungkinan akan terus terpecahkan di masa depan. Richard Allan, profesor ilmu iklim di University of Reading, menyatakan bahwa ekstremitas hidrologi yang dialami saat ini hanyalah puncak gunung es dari dampak pemanasan global.

Menurut para ilmuwan, satu-satunya cara untuk membatasi kondisi ekstrem ini adalah dengan memangkas emisi gas rumah kaca secara cepat di seluruh sektor masyarakat dan mendukung kebijakan jangka panjang dibandingkan sekadar penanganan krisis jangka pendek. (CNN/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |