Menhan AS Hegseth 'Dirujak' Habis-habisan di Kongres soal Perang Iran

16 hours ago 7
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth "dirujak" habis-habisan di hadapan Kongres yang meminta pertanggungjawaban soal perang di Iran.

Selama berjam-jam sesi "public questioning" bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine, Hegseth menghadapi pertanyaan tentang tujuan jangka panjang dan timeline perang di Iran, yang dimulai dengan serangan ke Teheran pada 28 Februari lalu.

Dalam sesi tersebut juga untuk pertama kalinya Pentagon (Kemhan AS) secara terbuka menyebutkan bahwa biaya perang dengan Iran sejauh ini telah menelan biaya hingga US$25 miliar (sekitar Rp260 triliun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut poin-poin sesi dengar pendapat Hegseth di Kongres, seperti dirangkum dari Al Jazeera.

Ongkos perang US$25 miliar

Berbicara bersama Hegseth, penjabat pengawas keuangan Pentagon Jules Hurst III secara terbuka menyebut perang telah menelan biaya hingga US$25 miliar.

Hurst mengatakan sebagian besar anggaran itu dipakai untuk amunisi, serta biaya peningkatan aset ke Timur Tengah, dan peralatan yang hilang atau rusak dalam pertempuran.

Hegseth sementara itu tak menjelaskan apakah angka itu juga termasuk perhitungan terhadap kerusakan pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah, atau biaya untuk mengisi kembali persediaan senjata AS.

Pada sesi yang sama, Hegseth juga sempat "naik darah" saat diperhadapkan dengan pernyataan bahwa biaya perang itu harus ditanggung oleh warga AS yang membayar pajak.

"Berapa nilainya untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir," kata dia.

Program nuklir Iran

Para anggota parlemen juga menginterogasi Hegseth habis-habisan tentang tujuan perang AS ke Iran.

Perwakilan dari Partai Demokrat, Adam Smith, menyoroti pernyataan Hegseth yang kontradiktif, bahwa program nuklir Iran telah "dihancurkan" setelah perang 12 hari pada 2025 lalu, dan bahwa program itu adalah ancaman yang nyata.

"Anda mengatakan kita harus memulai perang ini 60 hari yang lalu karena senjata nuklir adalah ancaman yang nyata. Tapi Anda juga mengatakan bahwa itu (nuklir Iran) sudah dihancurkan," kata Smith.

"Fasilitas mereka dibom dan dihancurkan, tapi ambisi mereka berlanjut dan mereka sedang membangun perisai konvensional," jawab Hegseth.

Jangan menyebutnya "rawa"

Dalam salah satu perdebatan sengit di sesi Kongres, Hegseth merasa tersinggung saat anggota Demokrat John Garamendi menyebut perang itu sebagai "rawa" dan bencana politik.

Hegseth menuduh pernyataan anggota parlemen itu justru memberikan propaganda kepada musuh.

"Tantangan terbesar, musuh terbesar, yang kita hadapi saat ini adalah kata-kata sembrono, tidak becus, dan pesimistis dari anggota Kongres Demokrat dan beberapa Republikan," ujar Hegseth.

Dia juga menegaskan pemerintahan Trump telah mempertimbangkan semua aspek kemungkinan Iran menutup Selat Hormuz.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |