Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan perundingan perdamaian di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Araghchi saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Rusia pada Senin (27/4).
Araghchi berada di Saint Petersburg dalam tur diplomatik singkat, usai sebelumnya melakukan perjalanan ke Oman dan Pakistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendekatan AS, meskipun ada kemajuan, menyebabkan putaran negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan," kata Araghchi, seperti diberitakan AFP.
Selama di Rusia, Putin dan Araghchi dilaporkan sama-sama menyatakan komitmen mereka terhadap "hubungan strategis" negara mereka setelah pertemuan tersebut.
Putin juga memuji rakyat Iran, yang telah berjuang untuk tetap merdeka dalam menghadapi perang AS dan Israel di negara mereka.
Sementara itu Araghchi mengatakan bahwa pertemuannya dengan Putin akan menjadi kesempatan yang baik untuk membahas perkembangan perang dan meninjau situasi terkini.
"Saya yakin bahwa konsultasi dan koordinasi antara kedua negara hal ini akan sangat penting," ungkap Araghchi, dikutip Al Jazeera.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April lalu, setelah lebih dari sebulan perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Setelah gencatan senjata tahap pertama berakhir pekan lalu, belum ada kepastian kelanjutan negosiasi tahap dua antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump beberapa hari lalu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa jika Iran menginginkan pembicaraan, "mereka dapat menghubungi kami lewat telepon".
Hal ini kemudian disusul dengan proposal gencatan senjata yang berisi tuntutan baru Iran kepada AS, yang disampaikan lewat Pakistan sebagai negara mediator.
Dalam proposal baru itu, Iran fokus untuk menyelesaikan krisis di Selat Hormuz dan blokade AS, agar pengiriman perdagangan dunia melalui rute tersebut bisa lancar.
Trump disebut telah meninjau proposal baru itu bersama tim keamanannya. Namun seorang pejabat AS menyebut Trump tidak senang dengan proposal baru Iran lantaran tak mencakup negosiasi nuklir.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
4



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)










