ilustrasi(Antara)
Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Keputusan ini diambil untuk menambah masa pencarian selama tiga hari ke depan setelah upaya hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan ini didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap operasi SAR yang telah dilakukan selama sepekan terakhir serta hasil rapat koordinasi Tim SAR Gabungan.
"Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil. Berdasarkan hasil rapat Tim SAR Gabungan, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, Senin (14/9).
Fokus pencarian dalam masa perpanjangan ini tetap menyasar delapan orang yang berada di dalam kapal cepat (speed boat) Arupadhatu 1. Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa perpanjangan operasi SAR ini memiliki landasan hukum yang kuat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa secara prosedur tetap, waktu pencarian standar adalah tujuh hari. Namun, durasi tersebut dapat ditambah berdasarkan pertimbangan khusus, termasuk permintaan dari pihak keluarga korban maupun pemerintah daerah.
"Waktu pencarian tertera tujuh hari, namun dapat diperpanjang atas beberapa sebab, salah satunya atas permintaan keluarga dan juga permintaan dari pemerintah daerah setempat," kata Andra Soni.
Pemerintah Provinsi Banten telah secara resmi meminta Basarnas untuk melanjutkan operasi ini dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Andra Soni juga menginstruksikan jajaran Polda Banten, Lanal Banten, serta instansi terkait lainnya di wilayah Banten untuk bersinergi mengoptimalkan pencarian di masa perpanjangan ini.
"Kita maksimalkan dan kemudian kita berupaya untuk bisa menemukan saudara-saudara kita," pungkasnya.
Pencarian di perairan Selat Sunda sebelumnya dilaporkan terkendala oleh faktor cuaca, termasuk kabut tebal yang membatasi jarak pandang serta aktivitas vulkanik di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. (Ant/E-3)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9300188/original/036780100_1784309060-16__1_.jpg)








