Hohhot (ANTARA) - Pada pagi hari di padang rumput yang terhampar luas di Chagan Naoer di wilayah Abaga, Xilingol, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China, lebih dari 100 ekor sapi dan domba terlihat mencari makan dengan tenang.
Namun, pemandangan penggembala penunggang kuda yang tekun berpatroli di padang rumput itu kini semakin jarang terlihat.
Sebuah perangkat pemantau bertenaga surya yang dipasang di tempat tinggi di padang rumput tersebut perlahan memutar kameranya, sambil mengirimkan gambar kondisi padang rumput, persebaran ternak, dan status sumber air dalam waktu nyata (real-time).
Seorang penggembala bernama Delhei Honggeer duduk di dalam yurt. Melalui ketukan ringan di layar ponselnya, dia dapat menyalakan atau mematikan sumur air serta memantau data padang rumput dari jarak jauh.
Delhei Honggeer, kelahiran 1989, merupakan putra asli keluarga penggembala. Sejak kecil, dia tumbuh besar dengan menggembala di padang rumput dan memahami betul kerasnya kehidupan peternakan tradisional.
Di padang rumput, Delhei Honggeer telah bertahun-tahun aktif berkecimpung di garis depan area penggembalaan dan menjelajahi berbagai padang rumput di setiap sumu dan gacha di wilayah Abaga.
Berbagai persoalan yang dihadapi para penggembala saat menggembalakan ternak, seperti jauhnya jarak patroli, sumur air yang membeku pada musim dingin, pemberian pakan manual yang memakan banyak waktu dan tenaga, hingga banyaknya titik buta pengelolaan di padang rumput terpencil, dia catat satu per satu dalam buku catatannya dan diubah menjadi topik penelitian dan pengembangan.
Pada 2012, setelah lulus dari Universitas Pertanian Mongolia Dalam jurusan Mekanisasi dan Otomasi Pertanian, dia memilih meninggalkan peluang kerja di kota dan bertekad pulang serta menetap di kampung halamannya.
Dia berniat kuat memanfaatkan ilmu profesional yang diperolehnya untuk mengatasi berbagai tantangan industri tersebut, yang mencakup rendahnya efisiensi, tingginya biaya tenaga kerja, dan sulitnya pengelolaan penggembalaan tradisional, sekaligus menghadirkan "otak pintar" dalam bidang peternakan padang rumput tradisional.
Tanpa laboratorium yang terstandardisasi, hamparan padang rumput tanpa batas tersebut menjadi lokasi eksperimennya. Tidak dilengkapi dengan fasilitas pengujian yang presisi, dia mengandalkan peternakannya sendiri untuk berulang kali membongkar, melakukan pengawakutuan, dan menyempurnakan peralatan, mengoptimalkan solusi teknis melalui metode coba ralat (trial and error) secara berulang-ulang.
Selama lebih dari satu dekade, Delhei Honggeer terus aktif berpartisipasi dalam bidang-bidang pastoral. Mulai dari pemantauan padang rumput hingga pengelolaan sumber daya air, dari pemberian pakan pintar hingga manajemen digital kawasan penggembalaan, hal itu secara tepat menjawab kebutuhan nyata para penggembala dan mendalami penelitian serta pengembangan cerdas di seluruh rantai industri peternakan.
Sistem pemantauan padang rumput nirkabel cerdas yang dikembangkannya sendiri tersebut dilengkapi perangkat bertenaga surya dan mampu bertahan dari cuaca ekstrem seperti angin kencang, badai salju, dan badai pasir di padang rumput.
Sistem tersebut dapat memantau area padang rumput yang luas selama 24 jam dalam waktu nyata, sekaligus mengubah pola patroli penggembalaan padang rumput tradisional yang selama ini dilakukan dengan menunggang kuda sepanjang tahun.
Menanggapi situasi saat ini di area-area penggembalaan di mana musim dingin berlangsung ekstrem, sumber air yang bersebar berjauhan, dan minimnya jaringan listrik, dia mengembangkan sistem pasokan air cerdas jarak jauh yang memungkinkan pengoperasian hanya dengan satu sentuhan melalui ponsel, pemantauan suhu dan ketinggian air dalam waktu nyata, serta peringatan otomatis terkait pembekuan atau penyumbatan.
Sistem itu berhasil mengatasi persoalan yang telah lama terjadi terkait pasokan air minum ternak pada musim dingin di padang rumput.
Penggembala muda Delhei Honggeer memeriksa peralatan panel surya pendukung sistem pemantauan padang rumput nirkabel cerdas yang dikembangkannya sendiri di Chagan Naoer, wilayah Abaga, Xilingol, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China. ANTARA/Xinhua/aa.Selain itu, peralatan pemberian pakan pintar dan sistem manajemen peternakan otomatis yang dikembangkannya secara khusus juga cocok dengan kebutuhan pembiakan sapi dan domba berskala besar. Teknologi tersebut memungkinkan pemberian pakan yang lebih presisi dan pengelolaan yang ilmiah sehingga mampu mengurangi biaya pakan dan tenaga kerja secara signifikan
Berkat penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan secara konsisten, Delhei Honggeer telah meraih berbagai hasil yang sangat bermanfaat. Saat ini, dia telah mengantongi 13 paten model utilitas nasional dan lima hak cipta perangkat lunak komputer.
Seluruh hasil penelitian dan pengembangannya yang telah diterapkan di wilayah peternakan itu bersifat praktis dan cocok dengan kondisi lapangan, mudah digunakan, kokoh dan tahan lama, serta disesuaikan secara sempurna dengan lingkungan produksi padang rumput yang kompleks.
Saat ini, berbagai rangkaian perangkat peternakan pintar telah tersebar luas di banyak kawasan peternakan di Mongolia Dalam, termasuk Xilingol, Hulun Buir, dan Ordos.
Di peternakan milik lebih dari 1.000 penggembala, perangkat pintar bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan beroperasi secara efisien. Kamera pengawas memantau padang rumput, pompa air pintar menjamin pasokan air, dan perangkat otomatis menyediakan pemberian pakan secara presisi.
Pola tradisional yang "mengandalkan cuaca untuk menggembala dan tenaga manusia untuk melakukan pembiakan" kini telah benar-benar diubah.
Peralatan teknologi peternakan cerdas milik Delhei Honggeer terus diterapkan dan disosialisasikan. Hal itu tidak hanya secara signifikan mengurangi intensitas kerja manual para penggembala dan sepenuhnya meringankan tenaga kerja di wilayah pastoral, tetapi juga meningkatkan tingkat standardisasi, kecerdasan, dan pengelolaan presisi industri peternakan padang rumput secara menyeluruh.
Teknologi tersebut telah membantu masyarakat di wilayah pastoral menghemat biaya produksi hingga hampir 300 juta yuan (1 yuan = Rp2.615), memungkinkan sektor peternakan tradisional terbebas dari "kesulitan, kelelahan, kerumitan, dan tantangan." Pada saat yang sama, hal itu turut mendorong peningkatan berkualitas, peningkatan efisiensi, serta transformasi dan pemutakhiran sektor tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539716/original/098116100_1774614737-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-21.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533600/original/087854100_1773745989-000_84FC6T6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539719/original/000758000_1774614739-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540699/original/028776600_1774780637-Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540582/original/068392300_1774769953-20260329AA_Bulgaria-5.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540324/original/084011600_1774703884-InShot_20260328_201629947.jpg.jpeg)
