Penyebab Pembayaran Manfaat Dana Pensiun Meningkat

6 hours ago 2

OTORITAS Jasa Keuangan atau OJK mencatat peningkatan pembayaran manfaat dana pensiun terhadap peserta sebesar 14,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sampai Februari 2026, total pembayaran yang digelontorkan tercatat Rp 20,79 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan peningkatan pembayaran didorong oleh bertambahnya jumlah peserta yang memasuki usia pensiun normal.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Selain itu, terdapat faktor lain yang turut berkontribusi, seperti peserta yang berhenti bekerja karena meninggal dunia maupun akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff,” ucap Ogi lewat jawaban tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Ogi menyatakan, untuk memastikan keberlanjutan pembayaran manfaat pensiun, institusi dana pensiun perlu memperkuat pengelolaan aset melalui penerapan strategi asset liability management (ALM). Ia juga menyoroti perlunya komitmen iuran dari pemberi kerja yang konsisten. “Serta meningkatkan tata kelola yang baik di seluruh aspek operasional, termasuk pengelolaan investasi, kepesertaan, dan pendanaan."

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan 6 April lalu, Ogi memaparkan tentang perkembangan terkini industri dana pensiun. Total aset dana pensiun per Februari 2026 tumbuh 12,52 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan nilai mencapai Rp 1.700,93 triliun. 

Adapun total aset program pensiun sukarela tumbuh 8,54 persen dengan nilai mencapai Rp 413,69 triliun. Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp1.287,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,86 persen.

Total aset dana pensiun Februari juga meningkat dibandingkan dengan Januari 2026 yang tumbuh sebesar 11,21 persen. Per Februari 2026, total aset dana pensiun tercatat mencapai Rp 1.686,11 triliun.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |