Erupsi Gunung Anak Krakatau.(Dok. Kementerian ESDM)
PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana dengan menyiapkan peralatan dan alokasi anggaran yang lebih besar sebelum bencana terjadi. Hal ini ditegaskan Prabowo mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Lingkaran Api.
Instruksi tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana alam secara virtual pada Senin (7/9). Dalam arahannya, Prabowo menyoroti berbagai ancaman bencana terkini, mulai dari gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ini adalah takdir kita sebagai negara yang berada di Lingkaran Api, The Ring of Fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Ia meminta para menteri terkait untuk menggunakan prinsip 'lebih baik berlebih daripada kurang' dalam perencanaan logistik dan peralatan. Prabowo menginginkan persiapan dilakukan jauh hari secara signifikan, bukan sekadar bereaksi saat kondisi sudah memburuk.
Secara spesifik, Prabowo meminta penambahan armada helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, hingga ekskavator kecil untuk ditempatkan di desa-desa rawan karhutla. Selain itu, pemerintah berencana memanfaatkan teknologi canggih dengan mengubah kapal induk asal Italia menjadi kapal induk helikopter dan drone yang mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah seperti Black Hawk atau MI-17.
Terkait modifikasi cuaca, Presiden meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji zat yang paling efisien untuk operasi hujan buatan. Ia juga mendorong pengadaan drone berukuran besar yang mampu menjatuhkan air di lokasi bencana sebagai perangkat pendukung di garis terdepan.
Meski mengapresiasi respons cepat penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Prabowo memberikan catatan evaluasi terkait keterlambatan penanganan kebakaran hutan di beberapa titik. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI, Polri, BNPB, hingga BMKG, untuk terus berkoordinasi dalam pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah terdampak gempa Flores. (Z-10)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)
