PSIM Yogyakarta Kalah dari Persebaya, Jean-Paul van Gastel Soroti Kartu Merah Adrian Purzycki

3 hours ago 2
PSIM Yogyakarta Kalah dari Persebaya, Jean-Paul van Gastel Soroti Kartu Merah Adrian Purzycki Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel(DOk PSIM)

PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa kartu merah yang diterima Adrian Purzycki menjadi faktor utama kekalahan timnya dari Persebaya Surabaya. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (13/9), Laskar Mataram harus menyerah dengan skor tipis 0-1.

Van Gastel menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah pada paruh pertama. Namun, peta kekuatan berubah drastis setelah timnya kehilangan satu pemain di awal babak kedua.

“Babak pertama berjalan seimbang, dan saya rasa permainan berubah ketika kami mendapat kartu merah setelah menit awal babak kedua,” ujar Jean-Paul dalam konferensi pers usai pertandingan.

Ketimpangan Jumlah Pemain

Kehilangan Adrian Purzycki memaksa PSIM untuk bermain lebih defensif. Van Gastel mengakui bahwa ketimpangan jumlah pemain membuat Laskar Mataram harus bekerja ekstra keras meredam gempuran Persebaya yang agresif, terutama melalui skema umpan silang.

Meski terus ditekan, pelatih asal Belanda tersebut tetap memberikan apresiasi kepada lini pertahanan timnya. Ia menilai para pemain menjalankan instruksi bertahan dengan sangat baik walaupun kalah jumlah personel di lapangan.

Menariknya, Van Gastel tidak terburu-buru melakukan pergantian pemain meski dalam posisi tertekan. Ia beralasan bahwa kondisi fisik para pemainnya masih bugar dan mampu menjalankan strategi yang diterapkan. Tercatat, ia hanya menarik keluar Safio Sheva yang mengalami kram.

Gol Menit Akhir dan Evaluasi

Pertahanan rapat PSIM akhirnya runtuh pada menit ke-81. Setelah kebobolan, Van Gastel baru memutuskan untuk memasukkan tenaga baru guna mengejar ketertinggalan.

“Ketika Anda kebobolan, Anda harus mencoba mencetak gol, itulah sebabnya kami memasukkan tenaga baru,” jelasnya mengenai perubahan taktik di menit-menit akhir laga.

Senada dengan sang pelatih, kiper PSIM Cahya Supriadi mengakui beratnya perjuangan di lapangan setelah bermain dengan 10 orang. Meski kecewa dengan hasil akhir, eks kiper Persija Jakarta itu tetap sportif memberikan selamat kepada lawan.

“Mungkin pertandingan ini cukup berat juga untuk kami, tapi saya ucapkan selamat untuk Persebaya yang bermain bagus dan kami juga bisa memberikan perlawanan,” kata Cahya.

Cahya menambahkan bahwa rekan-rekannya sudah berupaya maksimal memberikan perlawanan di tengah situasi sulit. Ia berharap hasil minor di Surabaya ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim sebelum menghadapi laga berikutnya melawan Madura United. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |