RI Diminta Keluar BoP saat AS-Israel Bombardir Iran, Kemlu Buka Suara

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia menanggapi soal ramai-ramai organisasi masyarakat meminta Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menyusul serangan bersama Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan partipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau organisasi internasional lain berdasarkan konstitusi dan kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait dengan Board of Peace, kami menyadari sepenuhnya pertanyaan masyarakat saat ini sehubungan dengan Board of Peace,"kata Yvonne saat konferensi pers di Gedung Palapa Kemlu, Jumat (6/3).

Dia lalu berujar, "Saya tekankan sekali lagi bahwa setiap keputusan mengenai keikutsertaan Indonesia dalam mekanisme internasional apapun akan didasarkan pada prinsip politik luar negeri Indonesia dan yang terpenting adalah kepentingan nasional kita."

Lebih lanjut, Yvonne mengatakan hal yang juga penting digarisbawahi adalah partisipasi Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Palestina.

"Partisipasi kita di BOP tetap konsisten untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi di Palestina," ujar dia.

"Jadi, setiap keputusan mengenai partisipasi Indonesia akan diambil melalui pertimbangan komprehensif dari semua faktor tersebut," imbuh Yvonne.

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, meminta Indonesia keluar dari BOP usai Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran.

AS merupakan inisiator sekaligus ketua Dewan Perdamaian, sementara Israel adalah salah satu anggotanya. Presiden Donald Trump saat mengumumkan pembentukan BoP sesumbar dewan ini akan menciptakan perdamaian abadi di Timur Tengah. Namun, peristiwa pekan lalu menggambarkan situasi sebaliknya.

Tak cuma ormas, lebih dari 60 tokoh dan 70 organisasi masyarakat sipil menandatangani petisi yang meminta pemerintah menarik partisipasi Indonesia dari BoP karena tindakan AS dan Israel melanggar hukum internasional serta merusak perdamaian dunia.

AS dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari. Imbas serangan mereka Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya, Panglima Korps Garda Revolusi Islam, hingga Menteri Pertahanan tewas.

Di hari itu pula, Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset AS di Timur Tengah. Balasan Iran kian intensif setelah Khamenei dinyatakan meninggal.

Sejumlah pejabat Iran menegaskan serangan balasan mereka tak menargetkan negara-negara Arab tetapi pangkalan militer AS di sana yang digunakan untuk menyerang negara itu.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |