Skenario Timnas Indonesia Besutan John Herdman agar Bisa Lolos dari Grup Neraka Piala Asia 2027

6 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berada di grup neraka Piala Asia 2027. Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Skuad Garuda akan bertarung habis-habisan demi menjaga peluang untuk lolos ke fase selanjutnya.

Meski harus bertarung dengan Qatar dan Jepang, dua tim yang sudah pernah merasakan manisnya gelar juara Piala Asia, Jay Idzes dan kawan-kawan tak boleh gentar. Harus tetap optimistis.

Lantas, bagaimana kans Indonesia agar bisa lolos dari grup? Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube ITSMe mecoba memprediksi berdasarkan data dan fakta sejarah.

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah Indonesia harus bisa mengalahkan Thailand pada laga pertama. Selanjutnya bermain imbang dengan juara bertahan Qatar di laga kedua.

"Peluang jelas masih terbuka. Kita masih bisa bertarung dengan Thailand. Kalau menang melawan Thailand, lalu draw dengan Qatar, ya mungkin masih punya peluang untuk lolos," kata Ropan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pernah Menang

Menurut Ropan, Indonesia pernah menang atas Qatar. Ini jelas modal yang bagus untuk membuat Jay Idzes cs. lebih percaya diri.

"Apalagi kalau menang lawan Qatar, walaupun Qatar juara bertahan ya. Tapi saya rasa, kita juga tidak boleh lemah melawan mereka. Kita pernah menang kok melawan mereka. Tahun 2004 kalau enggak salah, kita menang di Kualifikasi Piala Asia di Beijing," tukas Ropan.

"Saat itu, pelatih timnas almarhum Benny Dollo. Kita menang. Mungkin Budi Sudarsono yang cetak dengan gol dengan Ponaryo Astaman. Pada 2024 draw 2-2, justru bermain di Al Wakrah di kota Doha. Bermain di kandang mereka, di Qatar. Kita bisa bikin gol di sana."

Ada Peluang

Kini, dengan materi pemain yang mumpuni di semua lini, termasuk yang berkarier di liga-liga top Eropa, kans Indonesia jelas terbuka lebar.

"Jadi peluang selalu ada, walaupun data tadi masa lalu. Ya, benar. Tapi setidaknya, walapun masa lalu, pemain-pemain juga bisa dan pernah mengalahkan mereka. Head to head kita kalah tipis, tapi terakhir 2014 bisa membuat skor imbang 2-2 lewat gol Ricardo Salampessy dan Irfan Bachdim. Ketika itu kita ditangani Alfred Riedl," tandas Ropan.

"Jadi pelaung sekarang ketika ditangani John Herdman, ya jelas masih ada. Bukan berarti peluang kita kecil."

Bagaimana dengan Jepang?

"Sulit. Walau pun di sepak bola ada yang bilang,'Oh, ini kan ada kejutan'. Benar. Tapi kita kan harus berpikir realistis. Kalau tim sekuat Brasil, Inggris, Spanyol, Jerman bisa mereka kalahkan, ya bagaimana?," kata Ropan.

"Dan kita sudah alami itu waktu di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kita kalah 0-4 dan 0-6. Thom Haye, Kevin Diks, Calvin Verdonk, sudah mengalami. Mereka tidak bisa bikin gol. Kualitas Jepang itu sudah terlalu jauh".

"Dari 23 pemain yang akan dibawa Hajime Moriyasu ke Piala Dunia 2026 nanti, mungkin 20 di antaranya bermain di luar. Mungkin cuma tiga yang bermain di dalam. Jadi sudah kelihatannya kualitas mereka," tutup Ropan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |