WNI Tusuk Sesama WNI hingga Tewas di Jepang, Pelaku Ditangkap Polisi

15 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Jepang ditangkap, setelah menikam sesama WNI pada 4 Juni lalu. 

WNI bernama Agung Laksana Aji itu telah ditangkap oleh Kepolisian Chitose, Hokkaido, atas aksinya menikam seorang WNI bernama Sri Rahayu. Menurut polisi, kedua WNI tersebut saling mengenal. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menikamnya dengan niat membunuh," kata Agung kepada penyidik, dikutip Asahi Shimbun, Jumat (5/6).

Kronologi kejadian

Penikaman itu terjadi pada 4 Juni malam waktu setempat di Jalan Shinai 1 Chome, Chitose.

Sekitar pukul 21.10, layanan darurat menerima laporan dari salah satu pejalan kaki soal seorang laki-laki yang membawa pisau di trotoar, demikian dikutip Japan News.

Petugas kemudian bergegas ke lokasi. Namun setibanya di sana mereka menemukan seorang perempuan dengan sejumlah luka tusukan di bagian perut.

Aji diduga menikam Sri beberapa kali di bagian perut menggunakan pisau. Perempuan berusia 21 tahun itu kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Polisi menduga Aji dan Sri saling kenal. Hingga kini, petugas masih menyelidiki motif di balik serangan tersebut.

Saat insiden, salah satu petugas dan warga berusaha menangkap pelaku. Namun, mereka malah diserang dan mengalami luka-luka.

Atas insiden ini Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo menyatakan tengah menangani kasus tersebut. 

"Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Adapun korban diketahui merupakan seorang PMI," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, kepada CNNIndonesia.com.

Yvonne mengatakan KBRI Tokyo telah berkomunikasi dengan Kepolisian Chitose dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas korban selaku PMI. 

"Kementerian Luar Negeri dalam hal ini KBRI Tokyo dan Direktorat PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh Kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia," ujar Yvonne.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |