Jared Isaacman menerima panggilan telepon tak terduga dari Presiden Trump selama pengarahan pasca-peluncuran setelah peluncuran Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman pada 30 Agustus 2026.(NASA)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan kejutan dengan menelepon secara langsung di tengah berlangsungnya konferensi pers NASA, Minggu (30/8). Panggilan tersebut bertujuan untuk menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan peluncuran Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman (Nancy Grace Roman Space Telescope).
Momen mengejutkan ini terjadi saat pimpinan misi NASA sedang memaparkan rincian teknis peluncuran dan target penelitian ilmiah yang akan dilakukan teleskop tersebut. Di tengah pemaparan, Administrator NASA Jared Isaacman menerima panggilan telepon di ponselnya dan mengumumkan kepada seluruh hadirin bahwa sang Presiden ingin menyapa tim.
"Presiden Amerika Serikat ingin menyapa dan mengucapkan selamat kepada semua orang dalam misi ini. Anda sudah terhubung secara langsung, Pak Presiden," ujar Isaacman seraya mendekatkan ponselnya ke mikrofon.
Melalui sambungan telepon tersebut, Trump menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat dalam proyek luar angkasa ini.
"Saya hanya ingin berterima kasih kepada semua orang dan mengucapkan selamat kepada kalian," kata Trump. "Wah, terlihat sangat indah di televisi... Kalian melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan saya menyediakan semua dana itu untuk kalian."
Aksi mendadak ini menarik perhatian media mengingat rekam jejak anggaran proyek Teleskop Roman di masa lalu. Pada periode kepemimpinannya terdahulu, pihak Gedung Putih tercatat beberapa kali mengajukan pembatalan atau pemotongan anggaran untuk proyek yang sebelumnya bernama WFIRST tersebut.
Dalam kurun waktu 2019 hingga 2021, usulan pembatalan proyek ini sempat diajukan dalam tiga rancangan anggaran terpisah. Kendati demikian, Kongres Amerika Serikat menolak usulan pemangkasan tersebut dan memilih untuk terus melanjutkan pendanaan hingga teleskop tersebut akhirnya berhasil dirakit dan diluncurkan ke luar angkasa.
Seusai panggilan telepon berakhir, jurnalis dari SpaceNews, Jeff Foust, melontarkan pertanyaan kepada Isaacman mengenai perubahan sikap pemerintah terhadap proyek ini. Mengingat pada masa awal pembangunannya pemerintah sempat mengusulkan pembatalan, Foust mempertanyakan hal apa yang disampaikan pihak NASA hingga akhirnya presiden mendukung dan menyambut antusias peluncuran tersebut.
Merespons pertanyaan tersebut, Isaacman tidak memberikan jawaban langsung mengenai dinamika anggaran di masa lalu. Ia memilih untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan, kebijakan luar angkasa, serta penyediaan sumber daya yang diberikan pemerintah demi kelancaran misi-misi sains NASA saat ini. (Space/Z-2)


















































