Penampilan Ed Sheeran dan Macklemore tahun 2014(AFP)
PENYANYI asal Inggris, Ed Sheeran, menyampaikan pernyataan panjang melalui akun Instagram pribadinya untuk mengklarifikasi pencoretan rapper Macklemore dari daftar penampil tur konsernya di Amerika Serikat. Sheeran menegaskan keputusan menghentikan keterlibatan rapper bernama asli Benjamin Haggerty tersebut bukanlah berasal darinya.
Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil setelah menyampaikan pernyataan pro-Palestina dalam dua pertunjukan di New Jersey. Aksinya tersebut memicu kritik keras dari sejumlah kelompok Yahudi, yang kemudian membuat beberapa pengelola tempat pertunjukan (venue) menekan pihak promotor untuk menghentikan penampilan sang rapper.
Dalam pernyataannya, Sheeran mengaku telah berdiskusi intensif dengan pihak venue sepanjang pekan untuk mencari jalan keluar. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pihak promotor, Messina Touring Group.
"Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini terikat dengan promotor, bukan dengan saya," tulis Sheeran.
Sheeran menambahkan ia tidak ingin mengecewakan para penggemar yang telah membeli tiket, maupun menelantarkan seluruh kru dan musisi lain yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada tur tersebut.
Meski mengaku merasa prihatin dan terguncang konflik antara Israel dan Palestina yang dinilainya sebagai tragedi kemanusiaan, Sheeran menjelaskan alasannya untuk tidak membawa isu politik ke atas panggung hiburan.
"Saya tidak terlibat. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga tidak berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan melalui cara pribadi saya sendiri," ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa panggung profesionalnya diisi oleh penonton dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak dan remaja, yang tidak mengharapkan adanya forum politik saat menghadiri konsernya.
"Saya menghormati keteguhan tujuan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang dia yakini. Namun, ada ruang untuk berbagai pendekatan menuju tujuan yang sama: perdamaian. Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan menjaga percakapan tetap terbuka. Jika kita hanya berfokus pada siapa yang berteriak paling keras, tidak ada yang akan pernah berubah," tambah Sheeran.
Sheeran juga menegaskan sebagaimana penyanyi pembuka lainnya, Macklemore diberikan kebebasan penuh untuk menentukan daftar lagu yang dibawakannya.
Kontroversi ini bermula pada 4 September lalu saat Macklemore tampil di konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey. Di atas panggung, ia menyampaikan seruan "Free Palestine" dan membawakan lagu Hind's Hall—sebuah karya yang didedikasikan untuk demonstran pro-Palestina di Columbia University—diiringi tayangan visual kondisi di Gaza pada layar besar.
Aksi tersebut menuai respons beragam, dari sorakan penonton hingga gelombang kritik di media sosial. Organisasi Israeli American Council bahkan menggalang petisi penolakan, sementara kelompok StopAntisemitism menuduhnya menyebarkan propaganda.
Pada pertunjukan malam berikutnya di panggung yang sama, Macklemore sempat menyampaikan pesan langsung kepada penonton Yahudi. "Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap Anda," ujarnya saat itu.
Pihak promotor, Messina Touring Group, mengonfirmasi kepada majalah Rolling Stone bahwa beberapa pengelola venue mengancam tidak akan mengizinkan Macklemore tampil, yang berisiko membatalkan keseluruhan tur dan merugikan ratusan ribu penggemar.
Sementara itu, melalui peryataannya sendiri di Instagram, Macklemore mengaku memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran, meski ia tetap mengkritik sikap netral sang pelantun lagu Shape of You tersebut.
"Mengambil sikap bisa memberi Anda konsekuensi kehilangan uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, hingga hubungan bisnis. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun tidak ada posisi netral antara penindas dan yang tertindas," tulis Macklemore.
Ia menegaskan, meski hanya sempat tampil dalam dua pertunjukan, dirinya merasa puas jika aksinya berhasil mengarahkan perhatian publik kembali ke isu Palestina. (BBC/Z-2)







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9300188/original/036780100_1784309060-16__1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302675/original/000661800_1784602076-1000126784.jpg)