Trofi Piala Dunia(AFP/Fabrice COFFRINI )
ASOSIASI Liga-Liga Eropa (European Leagues) secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Langkah ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap fondasi sepak bola global.
Melalui pernyataan resmi, Kamis (30/7), Presiden European Leagues, Claudius Scafer, menegaskan bahwa organisasi yang mewakili liga-liga profesional di Eropa tersebut melihat rencana FIFA berpotensi memberikan kendali jangka panjang kepada pihak swasta atas kompetisi paling bergengsi di dunia.
"Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini, bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat, berkelanjutan, dan setia pada nilai-nilai yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia," ujar Scafer.
Kritik atas Transparansi dan Komersialisasi
European Leagues menyebut pengumuman FIFA untuk mencari investor swasta bagi anak perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan penyelenggaraan turnamen sebagai langkah yang ceroboh dan memecah belah. Organisasi tersebut menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset pribadi Presiden FIFA yang dapat diperjualbelikan secara sepihak.
Menurut mereka, nilai kompetisi Piala Dunia dibangun setiap hari oleh kontribusi liga, klub, pemain, dan suporter. Namun, seluruh pemangku kepentingan tersebut justru tidak diberikan ruang untuk memberikan suara ataupun persetujuan terhadap rencana komersialisasi tersebut.
Lebih lanjut, European Leagues menilai kesuksesan sepak bola selama ini bertumpu pada sistem piramida terbuka yang menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional. Peluang komersial seharusnya memperkuat sistem tersebut, bukan justru mengubah atau mengancam stabilitasnya.
Gugatan terhadap Posisi Dominan FIFA
Selain menolak penjualan saham, European Leagues juga mengkritik pola pengambilan keputusan FIFA yang dinilai tidak transparan. Hal ini termasuk kebijakan penetapan kalender pertandingan internasional yang selama ini menjadi sorotan tajam.
Sebagai bentuk tindakan nyata, European Leagues menyatakan telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Eropa. Mereka menuduh FIFA menyalahgunakan posisi dominan melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dianggap melanggar hukum persaingan Uni Eropa.
Organisasi ini menekankan bahwa setiap usulan terkait kalender maupun kompetisi harus disusun melalui proses yang transparan dan akuntabel. Hal ini sejalan dengan putusan Mahkamah Uni Eropa dalam kasus European Super League pada 2023 yang mewajibkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Ke depannya, European Leagues berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan UEFA guna melindungi kepentingan jangka panjang sepak bola. Mereka juga menyerukan kepada federasi dan asosiasi sepak bola nasional di seluruh dunia untuk mencermati secara kritis usulan yang dibawa oleh Presiden FIFA tersebut. (Ant/Z-1)

















































