Fakta Baru Jay Idzes tentang Akar Indonesia: Kakek dari Semarang, Nenek Berdarah Tionghoa

12 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Meski tidak lahir, besar, dan hidup di Indonesia, Jay Idzes ternyata sangat mencintai leluhurnya.

Kapten Timnas Indonesia itu punya darah Indonesia, Jakarta dan Semarang. Kakeknya lahir di Semarang, sedangkan neneknya asal Jakarta.

Lewat kanal YouTube Yukka Harlanda belum lama ini, bek tangguh kepunyaan Sassuolo itu mengaku ingin sekali berbicara dengan salah satu leluhurnya.

Keinginan luhur itu diutarakan Jay Idzes saat ditanya jika punya kesempatan minum kopi bersama seseorang, baik itu berupa khayalan maupun nyata, ia menginginkan siapa.

"Mungkin dari sesorang dari leluhurku. Saya pikir banyak orang akan mengatakan seperti orang terkenal. Saya hanya ingin melihat bagaimana mereka hidup dan kemudian apa yang bisa saya pelajari dari mereka. Untuk dibawa kembali ke masa sekarang," kata Jay Idzes dengan mimik serius.

"Karena kami bisa hadir di sini hanya karena pada leluhur. Kamu harus menempatkan dan memberikan mereka banyak rasa hormat," imbuh kelahiran Belanda, 2 Juni 2000.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Keturunan Tionghoa

Menurut Jay Idzes, kakeknya berasal dari Semarang. Ia sangat mengenalnya, juga neneknya. Ia mengaku sangat dekat dengan neneknya.

"Tentu saja ya. Aku tinggal dengan nenekku. Tapi tidak dengan kakekku. Dengan nenekku aku sangat dekat. Jadi sedikit cerita tentang mereka datang ke Belanda. Keduanya adalah orang Indonesia. 60 tahun yang lalu," ujar mantan pilar Venezia.

Tak banyak yang tahu, nenek Jay Idzes ternyata keturunan Tionghoa. Namun ia lebih senang mengatakan orang Indonesia setiap kali orang bertanya tentang asal usul neneknya.

"Nenek saya lahir di Indonesia. Tapi dia keturunan China. Hampir tidak ada yang mengetahuinya. Jika seseorang bertanya, aku akan katakan aku orang Indonesia. Tapi sebenarnya nenek saya orang China, tapi lahir di Indonesia," tandas Jay Idzes.

"Setelah 25 tahun, mereka pindah ke Belanda mencari masa depan yang lebih baik. Mereka punya bibi dan kemudian setelah itu punya tiga anak juga dan kakek saya dari Semarang, nenekku dari Jakarta," tuturnya.

Bangga

Jay Idzes bangga dengan leluhurnya. Berkat merekalah ia bisa seperti saat ini. Oleh karena itulah, berhubungan dengan pertanyaan di atas, ia menegaskan ia ingin berbicara dengan leluhur, dalam hal ini sang kakek.

"Apa yang terjadi denganku sekarang, aku sering memikirkan bahwa mereka telah melalui semua itu. Untuk menemukan masa depan yang lebih baik bagi keluarga," tukasnya.

"Dan saya harus sangat menghormati itu. Kembali ke pertanyaan, mungkin saya ingin berbicara kepada kakek saya. Karena dia baru saja meninggal beberapa bulan lalu."

"Ketika seseorang meninggal, saya pikir semua orang pasti pernah mengalaminya. Tapi kemudian kamu berpikir tentang seperti, seharusnya menanyakan dan berbicara lebih banyak."

"Jadi saya pikir, jika itu mungkin, tapi saya tahu itu tidak mungkin, saya akan melakukannya".

Ketika ditanya apakah ia sudah menyelami semua warisan leluhur dari Semarang, Jay Idzes mengaku tak terlalu banyak yang ia ketahui. Soalnya, ia tak punya keluarga lagi di Semarang.

"Tidak terlalu banyak. Saya benar-benar tidak memiliki keluarga lagi di sana," tutup Jay Idzes.

Jay Idzes dinobatkan sebagai pemain terbaik di PSSI Awards 2026 setelah tampil konsisten bersama klub dan Timnas Indonesia sepanjang Agustus 2024–November 2025, mengungguli Ridho, Verdonk, Diks, dan Yakob Sayuri.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |