PEMIMPIN tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan masa depan kawasan Teluk akan berlangsung tanpa kehadiran Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan tertulis yang dirilis kantornya untuk memperingati Hari Nasional Teluk Persia, Kamis, 30 April.
Menurut laporan Anadolu, Khamenei menilai kehadiran kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat, selama ini menjadi sumber instabilitas kawasan. Ia juga menyebut tengah muncul “fase baru” dalam dinamika regional.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam pernyataan yang sama, Khamenei menegaskan kawasan Teluk merupakan bagian penting dari identitas regional sekaligus jalur utama konektivitas ekonomi global. Ia menyoroti peran strategis Selat Hormuz dan Laut Oman sebagai jalur vital perdagangan energi dunia.
Khamenei menyatakan Iran akan menjamin keamanan kawasan melalui pengelolaan baru di Selat Hormuz, termasuk pembaruan kerangka hukum dan tata kelola. Ia menilai pendekatan tersebut akan memberikan manfaat bagi negara-negara di kawasan.
“Kerangka ini akan membawa stabilitas, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi semua negara di kawasan,” ujarnya. Ia juga menegaskan negara-negara di kawasan Teluk memiliki nasib bersama.
Dikutip Middle East Monitor, Khamenei menyatakan aktor eksternal yang berasal “dari ribuan kilometer jauhnya” tidak memiliki tempat dalam masa depan kawasan. Pernyataan itu sekaligus merujuk pada munculnya “tatanan regional baru” yang terbentuk dari perkembangan terkini.
Eskalasi Konflik Iran-AS
Pernyataan Khamenei muncul di tengah meningkatnya ketegangan pasca perang yang dimulai pada 28 Februari antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut sempat mengganggu jalur pelayaran dan distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April hingga kini masih berlangsung. Upaya diplomatik terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas, termasuk pembahasan mengenai akses maritim dan keamanan di Selat Hormuz.
Iran menetapkan 30 April sebagai Hari Nasional Teluk Persia sejak 2005. Peringatan ini merujuk pada pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada era Safawi. Adapun Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret, setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)


