Penutupan sidang parlemen China setujui laporan dan RUU pemerintah

1 day ago 4

Beijing (ANTARA) - Sidang parlemen "Dua Sesi" China resmi mengakhiri sidang tahunan dengan menyepakati 11 agenda yang diajukan pemerintah, termasuk Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 dan tiga undang-undang.

"Sidang Keempat Kongres Rakyat Nasional ke-14 telah berhasil menyelesaikan seluruh agenda yang telah ditetapkan. Sidang ini menjunjung tinggi demokrasi, menghimpun berbagai pandangan dan kebijaksanaan, menjalankan tugas secara ketat sesuai hukum, serta membentuk konsensus yang luas," kata Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China (NPC) Zhao Leji dalam sidang di Balai Agung Rakyat, Beijing, Kamis.

Sidang penutupan tersebut dihadiri Presiden China sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC) Xi Jinping serta para petinggi PKC seperti Perdana Menteri Li Qiang, Ketua Komite Tetap Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning, Kepala Staf Kepresidenan Cai Qi, Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang, Wakil Presiden Han Zheng dan pejabat terkait lainnya.

Zhao Leji memimpin 2.762 orang anggota NPC yang hadir (dari total 2.878 anggota) untuk melakukan pemungutan suara secara elektronik atas 11 agenda yang dibicarakan dalam satu pekan sidang parlemen "Dua Sesi".

Ke-11 agenda tersebut adalah pertama, laporan kerja pemerintah; kedua, rancangan garis besar Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15; ketiga, laporan tentang pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi nasional dan sosial 2025 dan rancangan pembangunan 2026; keempat, laporan pelaksanaan anggaran pusat dan daerah tahun 2025 serta rancangan anggaran pusat dan daerah tahun 2026.

Kelima, Kitab Undang-undang Lingkungan Hidup dan Ekologi; keenam, UU Persatuan dan Kemajuan Etnis; ketujuh, UU Perencanaan Pembangunan Nasional; kedelapan, laporan kerja Komite Tetap NPC; kesembilan, laporan kerja Mahkamah Agung; kesepuluh, laporan kerja Kejaksaan Agung; dan kesebelas, laporan Komite TEtap NPC soal peraturan perundang-undangan.

Dari layar besar yang ada dalam ruang sidang, tampak hasil voting menunjukkan semua agenda disetujui oleh lebih dari 2.700 orang anggota, hanya kurang dari 50 anggota yang memberikan suara menolak atau "abstain".

"Para wakil rakyat memikul amanah dari partai dan rakyat, dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas yang diberikan oleh hukum, membahas dan menyetujui laporan kerja pemerintah dan laporan lainnya, meninjau serta menyetujui garis besar Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15, mengesahkan Kitab UU Lingkungan Hidup Ekologis, UU tentang Promosi Persatuan dan Kemajuan Etnis, dan UU tentang Perencanaan Pembangunan Nasional," ungkap Zhao Leji.

Hasil sidang tersebut, ungkap Zhao, mencerminkan tingkat kesatuan yang tinggi antara pandangan partai dan kehendak rakyat, serta menunjukkan keyakinan yang teguh dan kekuatan besar untuk bersatu di bawah kepemimpinan kuat Komite Sentral Partai dengan Xi Jinping sebagai intinya.

Penyusunan dan pelaksanaan rencana lima tahun 2026-2030, kata Zhao Leji, merupakan pengalaman penting PKC dalam mengelola negara, serta merupakan salah satu keunggulan politik penting dari sistem sosialisme dengan karakteristik China.

"Periode Rencana Lima Tahun ke-15 merupakan masa penting untuk memperkuat fondasi bagi terwujudnya modernisasi sosialis secara mendasar dan untuk melakukan upaya secara menyeluruh. Pelaksanaan terhadap garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 memiliki arti yang sangat penting," tegas Zhao Leji.

Ia pun meminta agar para anggota parlemen terus bertanggung jawab sebagai anggota NPC, berpegang pada kepemimpinan Partai, menjadikan rakyat sebagai tuan rumah, mempraktikkan demokrasi rakyat yang berlangsung di seluruh proses serta menjalankan dengan baik sistem NPC.

"Para wakil rakyat harus dengan setia mewakili kepentingan dan kehendak rakyat, melaksanakan tugas sesuai hukum, menjaga hubungan erat dengan masyarakat, serta mencapai prestasi dan memberikan kontribusi dalam tugas dan posisi masing-masing," kata Zhao Leji.

Presiden Xi Jinping dalam sidang tersebut juga memberikan suara lewat alat yang ada di depan mejanya tapi seperti dalam sidang-sidang sebelumnya tidak menyampaikan pernyataan apapun.

NPC adalah badan parlemen berisi para politisi yang dipilih melalui pemilihan umum dari provinsi dan wilayah di China dan berbagai departemen pemerintahan. Anggota NPC dipanggil sebagai "deputi" dengan masa jabatan selama lima tahun.

Para deputi NPC bekerja paruh waktu dan menjadi saluran bagi masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

NPC juga memiliki Komite Pusat yang terdiri dari 152 anggota berkedudukan di ibu kota Beijing sebagai "mesin" yang menjalankan roda pemerintahan dan legislatif sehari-hari dan bekerja sepanjang tahun untuk memastikan negara terus berjalan .

Tugas dari komite tetap ini adalah membuat dan mengawasi hukum, mengawasi jalannya pemerintahan, mengangkat dan memberhentikan pejabat negara, mengambil keputusan atas isu penting, menangani urusan internal deputi NPC, menjalankan diplomasi parlemen hingga memimpin komite-komite khusus.

Selain NPC, China mempunyai badan penasihat yaitu Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) yang anggotanya bukan politisi melainkan perwakilan masyarakat seperti pengusaha, kelompok agama, perwakilan etnis minoritas.

CPPCC sendiri tidak punya otoritas membuat undang-undang tapi hanya dapat memberikan saran, menjadi sumber gagasan dan perekat sosial. CPPCC memberikan saran kepada NPC dan kedua lembaga itu bersidang setiap awal Maret setiap tahunnya sehingga sidang mereka pun disebut sidang "Dua Sesi".

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |