KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan pada Kamis bahwa mereka telah menyerang pusat data perusahaan teknologi AS Oracle yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut IRNA seperti dilansir Anadolu, IRGC mengatakan fasilitas Oracle di UEA menjadi sasaran sebagai balasan atas serangan terhadap mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi dan istrinya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Laporan ini muncul setelah media Iran mengatakan Kharrazi terluka parah dan istrinya tewas dalam serangan AS-Israel di rumah mereka di Teheran pada 1 April. Kharrazi, 81 tahun, saat ini tengah menjadi penghubung dengan Pakistan untuk membuka dialog mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.
Namun, Kantor Media Dubai pada Jumat 3 April 2026 membantah klaim tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Mereka menyebutkan bahwa laporan mengenai serangan Iran terhadap pusat data Oracle di Dubai tidak benar.
Sebelumnya di hari yang sama, IRGC menyatakan pihaknya telah menyerang dan menghancurkan pusat operasi komputasi awan milik Amazon di Bahrain dalam aksi pertamanya terhadap perusahaan-perusahaan "mata-mata" AS dan Israel di Timur Tengah, sebagai balasan atas "pembunuhan" warga Iran.
IRGC mengklaim bahwa Amazon termasuk di antara perusahaan yang terlibat dalam “aktivitas spionase dan operasi teroris” terhadap Iran.
Mereka memperingatkan bahwa pembunuhan pejabat Iran yang terus berlanjut akan menyebabkan serangan lebih lanjut terhadap perusahaan lain yang sebelumnya disebutkan dalam daftar yang dikeluarkan oleh pasukan tersebut.
Pada Rabu, Financial Times seperti dilansir Anadolu melaporkan bahwa unit komputasi awan Amazon di Bahrain telah rusak akibat serangan Iran.
Sebelumnya, IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan AS, termasuk Google dan Microsoft, dengan tuduhan keterlibatan mereka dalam serangan dan pembunuhan di dalam Iran.
Kawasan tersebut telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)






