Ilustrasi(Magnific)
OTORITAS Iran menangkap 11 warga negara asing yang diduga berupaya menyelundupkan bahan bakar minyak (BBM) keluar dari negara tersebut. Penangkapan dilakukan ketika Iran menghadapi tekanan pasokan energi akibat blokade laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan, pasukan penjaga perbatasan menangkap 11 tersangka di wilayah selatan negara itu. Hanya saja, kewarganegaraan para tersangka belum diungkap.
"Penjaga perbatasan menangkap 11 tersangka warga asing," demikian laporan televisi pemerintah Iran, Rabu (2/9).
Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi intelijen mengenai dugaan upaya penyelundupan BBM menggunakan sebuah kapal tunda di perairan Teluk.
Petugas kemudian menggeledah kapal tersebut dan menemukan sekitar 382 ribu liter bahan bakar diesel. Otoritas Iran menyatakan temuan itu menjadi bagian dari penyelidikan terhadap jaringan penyelundupan BBM.
Penyelundupan BBM telah lama menjadi persoalan di Iran, terutama di wilayah selatan yang berbatasan dengan kawasan Teluk. Harga BBM yang relatif murah di Iran membuat bahan bakar kerap diselundupkan ke negara-negara sekitar. Aktivitas tersebut turut memperburuk kelangkaan BBM di sejumlah daerah.
Situasi pasokan dilaporkan semakin tertekan setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Washington mengambil langkah tersebut sebagai respons atas keputusan Teheran menutup Selat Hormuz.
Di Iran, tekanan terhadap pasokan BBM mulai terlihat di sejumlah wilayah. Antrean panjang kendaraan dilaporkan terjadi di stasiun pengisian bahan bakar di Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf meminta masyarakat mengurangi konsumsi BBM. Seruan itu disampaikan ketika pemerintah berupaya menjaga ketersediaan BBM di tengah hambatan impor dan meningkatnya tekanan terhadap jalur perdagangan Iran. (AFP/Z-2)


















































