Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Iran menangkap sedikitnya 20 orang di wilayah barat laut negara itu karena diduga memiliki hubungan dengan Israel. Mereka dicurigai menjadi mata-mata dengan mengirimkan info penting kepada musuh Iran.
Mengutip AFP, menurut laporan media lokal pada Minggu (15/3), penangkapan ini pertama kali setelah lebih dari dua pekan sejak perang di Timur Tengah pecah.
Penangkapan tersebut dilakukan dalam serangkaian penggerebekan terhadap jaringan yang diduga terkait Israel di Provinsi Azerbaijan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Fars News Agency mengutip jaksa provinsi, Hossein Majidi yang menyebut operasi itu menyasar pihak-pihak yang diduga bekerja sama dengan Israel.
"Dua puluh orang ditangkap dan ditahan, setelah mereka tertangkap basah membocorkan rincian lokasi militer, aparat penegak hukum, dan fasilitas keamanan kepada musuh Zionis," demikian laporan tersebut.
Media lokal juga melaporkan bahwa otoritas Iran dalam beberapa hari terakhir melakukan penggerebekan besar-besaran di berbagai wilayah negara itu. Ratusan orang ditangkap karena dicurigai bekerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat.
Konflik di kawasan Timur Tengah meningkat sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran.
Iran pada Minggu (15/3) pagi tadi bahkan kembali meluncurkan serangan rudal ke Israel. Radio Angkatan Darat Israel menyebut militer berhasil mencegat sebagian besar rudal dalam gelombang serangan terbaru ini. Namun, beberapa proyektil dilaporkan jatuh di area terbuka.
Pecahan dari sistem pencegat rudal kemudian jatuh di kota Ramla yang berada di wilayah tengah Israel dan memicu kebakaran.
(ldy/mik)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
4







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)







