JURU bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sambom, mengklaim salah satu korban penembakan di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem, Distrik Walesi, Wamena, Papua Pegunungan, merupakan anggota TNI. Pernyataan itu berbeda dengan keterangan polisi yang menyebut dua warga sipil menjadi korban penembakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sebelumnya, polisi menyebut dua warga sipil berinisial LMO, 43 tahun, dan S, 50 tahun, menjadi korban penembakan di lokasi tersebut. Polisi menyebut keduanya berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival ketika ditembak dari arah samping kendaraan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun, menurut Sebby, salah satu korban merupakan aparat. "Satu korban bernama Laode itu anggota TNI, bukan warga sipil," kata Sebby saat dihubungi Tempo pada Senin, 20 Agustus 2026. Sebby juga menunjukkan foto yang disebutnya sebagai korban penembakan di Walesi.
Menurut Sebby, penyerangan dilakukan oleh Ebarowak Gwijangge, Paldo Nirigi, dan Batalyon 8 Albu TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma atas perintah Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Kogeya. Sebby mengatakan informasi mengenai penyerangan itu diterima dari Ebarowak Gwijangge dan Paldo Nirigi yang disebut berada di medan perang di Kota Wamena.
“TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dengan tegas menolak kemerdekaan bangsa lain (Indonesia) di atas Tanah Papua sehingga kami sudah melakukan penembakan dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia,” ujar Sebby.
Penembakan terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem pada pukul 12.04 hingga 13.00 WIT di sepanjang Jalan Trans Wamena hingga Kampung Walesi. Sebby menyatakan TPNPB OPM masih menunggu laporan dari pasukan yang berada di lapangan mengenai kronologi penembakan tersebut. Ia pun menekankan TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Wamena hingga Kampung Walesi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan tiga bekas tembakan pada kendaraan korban. Dua bekas tembakan terdapat pada pintu pengemudi dan satu lainnya pada kap mesin. Polisi juga menemukan empat serpihan proyektil pada kendaraan serta delapan selongsong PIN kaliber 5,56 milimeter, satu jaket, dan satu proyektil GLM di sekitar lokasi.
Menurut keterangan polisi, kedua korban telah dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan. Polisi menyatakan keduanya kini dalam kondisi sadar.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan polisi menduga penembakan tersebut dilakukan kelompok bersenjata Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN.
“Polisi masih menyelidiki penembakan tersebut serta mendalami identitas dan peran pihak-pihak yang diduga terlibat,” katanya.


















































