Kalung Berlian Bersejarah Senilai Rp68 Miliar Diambil Pencuri dari Museum Wina

5 hours ago 4
Kalung Berlian Bersejarah Senilai Rp68 Miliar Diambil Pencuri dari Museum Wina Kalung tersebut dipinjamkan dari Van Cleef & Arpels, tempat kalung itu dipamerkan sebagai bagian dari pameran "GLANZSTÜCKE" di Museum Seni Terapan di Wina, Austria.(Van Cleef & Arpels)

AKSI pencurian perhiasan bernilai tinggi kembali mengguncang Eropa. Sebuah kalung berlian platinum bersejarah seberat 200 karat yang pernah dimiliki keluarga Kerajaan Mesir disambar pencuri di Museum Seni Terapan (MAK) Wina, Austria.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Kamis afternoon saat jam operasional museum tengah berlangsung. Kepolisian Wina kini melancarkan perburuan besar-besaran untuk menangkap kedua pelaku yang berhasil melarikan diri.

Kronologi Aksi Nekat di Siang Bolong

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, kedua pelaku melancarkan aksinya tanpa mengenakan topeng penutup wajah. Mereka bahkan membeli tiket masuk secara resmi seperti pengunjung biasa sebelum memasuki ruang pameran.

Setelah berada di dalam area pameran, para pelaku memecahkan kaca etalase penyimpanan menggunakan palu. Mereka kemudian mengambil kalung berlian tersebut dan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengonfirmasi situasi tersebut dalam pernyataan resminya. "Para pelaku melarikan diri membawa perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui."

Meskipun terdapat beberapa saksi mata di dalam ruangan saat kejadian berlangsung, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Polisi segera mengerahkan anjing pelacak serta menyebar foto tangkapan layar dari kamera pengawas (CCTV) untuk mengidentifikasi kedua tersangka yang digambarkan bertubuh ramping dengan rambut dan janggut gelap.

Perhiasan Langka Bernilai Jutaan Dolar

Kalung berbahan platinum yang dihiasi 673 butir berlian ini merupakan salah satu karya legendaris dari rumah perhiasan mewah Prancis, Van Cleef & Arpels. Pihak pembuatnya sendiri pernah mendeskripsikan perhiasan ini pada situs resminya sebagai "sebuah kemenangan perhiasan putih" (a triumph of white jewelry).

Secara historis, kalung anggun ini dibuat pada tahun 1939 atas pesanan Kerajaan Mesir. Perhiasan tersebut pernah dikenakan oleh Ratu Nazli dari Mesir saat menghadiri pernikahan putrinya, Putri Fawzia, dengan Pangeran Mohammad Reza Pahlavi, yang kelak menjadi Shah terakhir Iran.

Sebelum dipinjamkan untuk pameran di Wina, kalung ini sempat dilelang oleh rumah lelang Sotheby's di New York pada tahun 2015 dan terjual seharga US$4,3 juta (sekitar Rp68 miliar).

Rentetan Kejahatan Museum di Eropa

Pameran bertajuk "Glanzstücke" yang menampilkan lebih dari 300 karya Van Cleef & Arpels tersebut dihentikan sementara usai insiden itu. Namun, museum MAK sendiri tetap beroperasi secara terbatas untuk umum.

Pencurian di Wina ini menambah daftar panjang aksi perampokan berani di lembaga kebudayaan Eropa. Kasus serupa sebelumnya melanda Museum Louvre di Paris serta beberapa museum di Spanyol dan Italia, yang memicu sorotan tajam terhadap sistem keamanan museum di kawasan tersebut. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |