Terduga Pelaku Penembakan Mematikan di Acara Rave Swis Ditangkap

6 hours ago 3
Terduga Pelaku Penembakan Mematikan di Acara Rave Swis Ditangkap Kepolisian Swis(AFP)

PRIA berkewarganegaraan Swis berusia 43 tahun ditangkap pada Senin atas "dugaan kuat" sebagai dalang di balik aksi penembakan langka yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya dalam sebuah acara rave di Aarau, ibu kota kanton Aargau, Swis.

Aksi penembakan terjadi pada Minggu dini hari saat acara rave tahunan di lintasan balap Aarau mendekati akhir. Serangan tersebut sempat memicu perburuan internasional sebelum terduga pelaku berhasil diamankan.

"Seorang pria Swis berusia 43 tahun ditangkap sesaat sebelum pukul 01.00 Senin," kata kepolisian Aargau dalam sebuah pernyataan.

"Pria tersebut kemudian ditahan atas dugaan kuat telah melakukan kejahatan tersebut. Penyelidikan mengenai urutan kejadian yang pasti, latar belakang, dan kemungkinan motif saat ini sedang berlangsung. Pada tahap ini, diyakini hanya satu pelaku yang terlibat," lanjut pernyataan polisi.

Pihak kepolisian kanton menjelaskan insiden bermula ketika para pengunjung pesta bersiap untuk pulang. Beberapa tembakan tiba-tiba dilepaskan "ke arah sekelompok orang".

Seorang wanita berkewarganegaraan Italia berusia 22 tahun tewas dalam insiden tersebut. "Dia meninggal di tempat, meskipun telah dilakukan upaya resusitasi," kata pihak kepolisian.

Selain korban tewas, lima orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit "dengan tingkat luka dari ringan hingga berat". Kepolisian Aargau mengonfirmasi para korban luka terdiri dari empat pria berkewarganegaraan Swis dan seorang perempuan berkewarganegaraan Jerman, yang berusia antara 24 hingga 31 tahun. Kepolisian kanton telah menjadwalkan konferensi pers pada hari Rabu.

Kepala Kepolisian Aargau, Michael Leupold, menyampaikan penyidik menemukan bukti penggunaan dua kaliber senjata yang berbeda, yakni dari pistol atau senapan mesin ringan, serta senapan serbu.

Leupold mengungkapkan pihak kepolisian bekerja berdasarkan tiga hipotesis: "Yang pertama adalah serangan teroris, yang kedua adalah penembakan massal, dan yang ketiga adalah tindakan kriminal biasa, yang motifnya masih belum diketahui." Ia menambahkan, hal ini bisa berupa "penyelesaian dendam dalam suatu kelompok, atau sesuatu yang sama sekali berbeda."

Aksi penembakan terbilang langka di Swis, meskipun tingkat kepemilikan senjata api di negara tersebut tergolong luas. Pihak penyelenggara acara rave menyatakan rasa duka mendalam melalui situs resmi mereka.

"Serangan berbahaya terhadap para tamu di Aarauer Rave telah menghancurkan hati kami," tulis mereka. "Sebuah acara rave seharusnya selalu menjadi tempat kegembiraan dan cinta. Tidak pernah menjadi tempat di mana orang-orang dibunuh, dilukai, atau dibiarkan dalam ketakutan."

Presiden Swis Guy Parmelin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas asal Italia. "Pikiran saya juga bersama semua orang yang terluka; saya berharap mereka cepat sembuh dan pulih sepenuhnya," tulisnya melalui platform X. "Simpati terdalam saya sampaikan kepada semua orang yang terdampak oleh peristiwa tragis ini."

Menteri Kehakiman Swis Beat Jans telah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt di Swis bagian selatan. Jans mengonfirmasi bahwa otoritas Swis "menerima dukungan" dari Berlin dan memuji "kerja sama yang kuat" antar kepolisian kedua negara. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |