PELATIH tim nasional Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya tidak akan panik meski hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Mercedes Benz Stadium, Atlanta, Senin, 15 Juni 2026.
Spanyol yang datang sebagai salah satu favorit juara gagal memetik kemenangan. Penampilan gemilang kiper Cape Verde, Vozinha, yang kini berusia 40 tahun, juga menjadi faktor kegagalan Spanyol mencetak gol.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam pertandingan tersebut, bintang muda Spanyol Lamine Yamal baru dimainkan pada 20 menit terakhir. Hasil imbang ini membuat tekanan terhadap Spanyol meningkat menjelang dua laga berikutnya di fase grup melawan Arab Saudi dan Uruguay.
"Tim Spanyol ini dapat dipercaya dalam situasi apa pun. Kami adalah tim yang memiliki konsistensi luar biasa. Kami tidak terkalahkan dalam 32 pertandingan. Saya yakin kami akan tampil lebih baik pada laga berikutnya," kata De la Fuente dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari ESPN.
Menurut De la Fuente, kegagalan timnya mencetak gol lebih disebabkan oleh kurangnya efektivitas dalam penyelesaian akhir. "Ketika Anda kurang segar dan tidak mampu mengirim umpan terakhir dengan tepat, hal seperti ini bisa terjadi. Itu yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Pelatih berusia 64 tahun itu juga memuji pertahanan Cape Verde yang disiplin. Sepanjang pertandingan, Spanyol melepaskan 27 tembakan, sedangkan Cape Verde hanya enam kali mengancam gawang lawan. "Di Piala Dunia ini tingkat persaingan dan kesulitannya sangat tinggi. Tim ini memang berada di bawah kami, tetapi mereka menjalankan tugasnya dengan sangat baik," kata De la Fuente.
Ia menambahkan bahwa timnya masih memiliki ruang untuk berkembang sepanjang turnamen. "Kami harus terus berkembang. Dengan talenta yang dimiliki para pemain ini, itulah jalan yang harus ditempuh. Kami tetap tenang. Ini turnamen yang panjang, dan dalam pikiran kami masih ada tujuh pertandingan lagi yang harus dijalani."
Kapten timnas Spanyol, Rodri, mengakui timnya kesulitan membongkar pertahanan rapat Cape Verde. "Kami tahu harus bersabar. Mereka bertahan sangat dalam, sementara kami mampu menciptakan peluang tetapi gagal mencetak gol. Sulit menghadapi tim yang sangat kuat secara fisik. Sisi positifnya, mereka hampir tidak menciptakan peluang. Namun, kami harus meningkatkan efektivitas di depan gawang," ujar Rodri.
De la Fuente juga membela keputusannya menunda memasukkan Lamine Yamal dan Nico Williams. "Keduanya tentu pemain yang bisa membuat perbedaan, tetapi para pemain yang berada di lapangan juga memiliki kualitas yang sangat baik," kata dia.
Menurut De la Fuente, kondisi fisik Yamal menjadi pertimbangan utama dalam menentukan menit bermain sang pemain muda. "Hari ini, kami menilai itulah durasi yang tepat untuk dimainkan. Pada pertandingan berikutnya, opsi yang kami miliki akan semakin banyak dan tim akan terus berkembang," ujarnya.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)














