Kesiapsiagaan Bencana Diharapkan Jadi Budaya di Masyarakat

8 hours ago 3
Kesiapsiagaan Bencana Diharapkan Jadi Budaya di Masyarakat Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGURUS Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menegaskan bahwa aksi tanggap bencana dan kerja kemanusiaan tidak boleh tersekat oleh latar belakang organisasi, politik, maupun agama. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin), saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026).

"Dalam konteks kemanusiaan, kerja sama antar-elemen masyarakat tanpa memandang kelompok, ideologi, maupun agama harus kita kedepankan. Kemanusiaan adalah fondasi utama," ujar Gus Rozin di hadapan 418 peserta apel dari 27 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah.

Gus Rozin menyoroti kondisi geografis Jawa Tengah yang kerap dilanda ancaman bencana alam secara bergantian, seperti krisis air bersih saat musim kemarau hingga banjir dan tanah longsor ketika musim hujan. Ia meminta seluruh jajaran relawan untuk melatih kesiapsiagaan secara berkala agar respons saat terjadi bencana dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

"Respons cepat itu menentukan segala-galanya. Dan kecepatan itu tidak datang tiba-tiba, tetapi lahir dari latihan, simulasi, dan penguatan kapasitas yang dilakukan secara terus-menerus," tegasnya.

Selain pemulihan fisik dan infrastruktur, PWNU Jawa Tengah menekankan pentingnya penanganan pascabencana secara holistik melalui program pendampingan psikologis (trauma healing) untuk memulihkan kesehatan mental para korban. Untuk merealisasikan hal itu, NU Peduli menggandeng akademisi fakultas psikologi, organisasi perempuan seperti Fatayat NU, serta komunitas kemanusiaan lainnya.

Apel kesiapsiagaan ini juga ditandai dengan peluncuran platform digital NU Risk yang berfungsi sebagai sistem data terpadu relawan sekaligus sarana pelaporan kejadian bencana secara real-time.

Selain itu, acara diselingi dengan penyerahan bantuan simbolis dari BPBD Jawa Tengah berupa tenda komando dan dapur umum, penyaluran air bersih oleh LAZISNU bagi wilayah terdampak kekeringan, serta penanaman pohon sebagai langkah mitigasi risiko bencana. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |