Korban Tewas Ledakan Tambang di China Bertambah Jadi 90 Orang

13 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Shanxi, China bertambah menjadi 90 orang pada Sabtu (23/5).

Jumlah di atas membuat insiden tersebut menjadi bencana tambang batu bara paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Channel News Asia, ledakan terjadi pada Jumat (22/5) malam waktu setempat.

Saat ledakan terjadi, sebanyak 247 orang tengah bekerja di bawah tanah. Sebagian besar di antaranya berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi.

Hingga kini, sembilan orang masih dinyatakan hilang karena terjebak di bawah tanah.

Presiden China Xi Jinping mendesak upaya maksimal untuk menanggulangi para korban. Itu juga menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

"Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja," ujarnya.

Berdasarkan laporan Xinhua, sejumlah eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas tambang tersebut telah ditahan oleh pihak berwenang.

Belum diketahui pasti penyebab ledakan. Namun, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa kadar karbon monoksida di tambang tersebut telah melebihi batas maksimum.

Shanxi sendiri merupakan salah satu provinsi termiskin di China. Ia menjadi pusat kota pertambangan batu bara di Negeri Tirai Bambu.

Keselamatan aktivitas pertambangan di China telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Namun, kecelakaan masih sering terjadi, yang umumnya disebabkan oleh longgarnya protokol kesehatan.

Berdasarkan data resmi dari Administrasi Keselamatan Tambang Nasional (NMSA), lebih dari 3 ribu kecelakaan tambang terjadi di China sepanjang tahun 2010 hingga 2025.

(asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |