Korut Ubah Konstitusi, Hapus Semua Niat Damai dengan Korsel

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara menghapus semua referensi dan dokumen tentang upaya penyatuan (unifikasi) dengan Korea Selatan dari konstitusinya.

Dalam dokumen yang dilihat AFP pada Rabu (6/5), pada klausul yang menyatakan bahwa Korut bertujuan "untuk mewujudkan penyatuan tanah air", tidak lagi muncul dalam versi terbaru konstitusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konstitusi yang direvisi itu juga mencakup klausul baru yang membatasi wilayah Korea Utara. Disebutkan bahwa wilayah itu mencakup daerah yang berbatasan dengan China dan Rusia di utara, "dan Republik Korea di selatan".

"Korea Utara sama sekali tidak mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap wilayahnya," demikian bunyi revisi dalam klausul itu.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah pemimpin Korut Kim Jong Un menyebut Korsel sebagai "negara yang paling bermusuhan", dalam pidatonya pada Maret lalu.

Sebelumnya Presiden Korea Selatan yang berhaluan moderat, Lee Jae Myung, telah menyerukan negosiasi dengan Korea Utara tanpa prasyarat apa pun. Lee bahkan mengatakan kedua negara ditakdirkan untuk "membuat bunga perdamaian bermekaran".

Namun Korut masih belum menanggapi tawaran pemerintah Lee, dan berulang kali menyebut Korsel sebagai musuh. Kim Jong Un malah semakin bertekad meningkatkan kekuatan nuklirnya.

Pada April lalu, Pyongyang telah melakukan empat kali uji coba rudal. Ini menjadi yang terbanyak yang dilakukan Korut dalam kurun waktu satu bulan.

Korut juga kian dekat dengan Rusia. Kim Jong Un bahkan mengirim pasukan dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |