Kreator Konten akan Masuk ke Sektor Ekonomi Kreatif

2 hours ago 5

MENTERI Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan kementeriannya akan menambah bidang ekonomi kreatif menjadi 21 subsektor. “Hari ini ada 17 subsketor ekonomi kreatif, tetapi sebentar lagi akan ada rencana induk ekonomi kreatif yang baru,” kata Riefky, di Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.

Riefky mengatakan penambahan empat subsektor itu akan termaktub dalam dokumen Peraturan Presiden yang rencananya ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada bulan ini. Ia menjelaskan sejumlah subsektor baru tersebut adalah konten digital termasuk kreator konten, affiliator, dan live commerce.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kemudian teknologi baru, yakni berkaitan dengan pegiat ekonomi yang melibatkan teknologi baru dalam menghasilkan karyanya seperti menggunakan akal imitasi (AI), blokchain, Web3, internet of things, dan cyber security

Subsektor tambahan lainnya adalah voice-over,  baik penyiar atau pengisi suara untuk film hingga animasi. Kemudian, pekerja custom otomotif yang membuat velg, spoiler, dan aksesoris mobil.

Selain menambah subsektor ekonomi kreatif, Teuku Riefky mengatakan peraturan presiden akan mengatur perlindungan pekerja. Misalnya kekayaan intelektual, IP financing, peningkatan kapabilitas, dan kolaborasi pusat dan daerah. 

Ia mengatakan peraturan presiden juga ditunggu pemerintah daerah. Sebab aturan ini akan masuk ke rencana kerja pemerintah daerah pada 2027 termasuk rencana alokasi anggaran di wilayah masing-masing. Menurut dia, peraturan presiden itu akan menjadi panduan ekonomi kreatif Indonesia selama 20 tahun, hingga 2045. 

Adapun untuk saat ini, Riefky mengatakan, terdapat tujuh subsektor ekonomi kreatif yang ada di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dari tujuh subsektor itu, tiga di antaranya memiliki kontribusi terbesar terhadap ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Mereka adalah fesyen, kuliner, dan kriya.

Sementara empat subsektor lainnya, kata Riefky, sedang mengalami pertumbuhan pesat yakni film, musik, games, dan aplikasi. “Mengikuti di bawah situ ada kaitannya dengan konten digital yang mana di dalamnya ada content creator. Itu juga lagi berkembang pesat, termasuk affiliator,” tuturnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |