KASUS truk menabrak sepeda motor yang menyebabkan satu korban meninggal di Kalideres, Jakarta Barat naik ke tahap penyidikan. Truk penabrak dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat, 3 April 2026 ini merupakan kendaraan dinas milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad.
Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI atau Polri Ajun Komisaris Besar Ojo Ruslani menyampaikan kronologi kejadian tersebut. Kecelakaan diduga terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat. Saat itu, truk iring-iringan TNI melaju dari arah barat menuju timur, searah dengan sepeda motor yang dikendarai K dan ditumpangi AM.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun, setibanya di dekat Pasar Segar, truk tersebut menabrak sepeda motor yang saat itu berada di sisi depan kiri truk. “Terjadi senggolan yang menyebabkan sepeda motor terjatuh serta mengakibatkan penumpang (AM) meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” kata Ojo saat dihubungi pada Ahad, 5 April 2026.
Adapun, pengemudi motor berinisial K mengalami luka ringan dan langsung berobat. Setelah kejadian, kata Ojo, K sudah diperbolehkan pulang usai menjalani pengobatan, sementara AM sudah dijemput pihak keluarga dan dimakamkan di Garut, Jawa Barat.
Saat dihubungi terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono mengatakan iring-iringan truk tersebut tengah membawa siswa Sekolah Dasar Negeri 05 Kalideres. Mereka diminta oleh pihak sekolah untuk mengantar para siswa untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Pramuka ke wilayah Cisarua.
Dalam keterangannya, Donny menyebut hasil pemeriksaan awal menunjukkan sepeda motor yang dikendarai K berusaha menyalip kendaraan truk dari sisi kiri hingga terjadi senggolan. “Kemudian mengakibatkan pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh dan menimbulkan korban,” ujar dia.
Ia menyampaikan, usai kejadian, pengemudi truk tersebut telah melaporkan diri ke satuan. Saat ini, ia tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Detasemen Polisi Militer Jaya/1 Tangerang.
Menurut Donny, hasil akhir pemeriksaan akan diserahkan kepada pihak berwenang yang masih melakukan pendalaman hingga saat ini. Ia mengatakan Polisi Militer TNI berkoordinasi dengan kepolisian dalam mengusut penyebab pasti kejadian secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Di samping itu, ia juga memastikan penindakan tegas terhadap anggota yang mengendarai kendaraan dinas tersebut akan dilakukan, jika hasil pendalaman menunjukkan adanya kelalaian. “Yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu,” ujar dia.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





