Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker

3 hours ago 1
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker Kabut polusi udara menyelimuti kawasan di Jakarta, Senin (6/7/2026).(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk memperketat protokol kesehatan mandiri saat kondisi kualitas udara di ibu kota memburuk. Masyarakat diminta menggunakan masker serta meminimalisasi aktivitas di luar ruangan.

Ani menekankan bahwa perlindungan ekstra sangat mutlak diperlukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan polutan udara.

"Yang paling penting, terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara nggak bagus, ya, kalau bisa tidak keluar. Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung, seperti masker," ujar Ani di Jakarta, Kamis (3/9).

Ancaman ISPA

Dinkes DKI memaparkan bahwa tingginya paparan polusi udara berbanding lurus dengan timbulnya gangguan pernapasan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain ISPA, berbagai penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan juga berpotensi muncul atau mengalami perburukan kondisi. Fenomena ini berisiko fatal bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti penderita asma maupun warga dengan riwayat penyakit paru-paru.

Ani meminta warga yang mulai merasakan gejala gangguan pernapasan untuk tidak menunda pemeriksaan medis dan segera mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Iya, memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA. Kalau sudah merasa bergejala, langsung datang saja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat," tutur Ani.

Guna menjaga daya tahan tubuh dan meminimalisasi dampak buruk paparan polusi udara harian, Dinkes DKI Jakarta mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Melalui konsumsi nutrisi seimbang, hidrasi yang cukup, serta penanganan medis yang cepat, masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga kondisi fisik yang optimal di tengah tantangan kondisi kualitas udara yang kurang baik. (Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |