SPANYOL gagal memanfaatkan dominasi permainan untuk mencetak gol pada waktu normal saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin dinihari, 20 Juli 2026. Hingga peluit panjang 90 menit dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0 meski La Roja tampil menguasai jalannya pertandingan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Spanyol mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen dan mencatatkan 12 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Argentina tampil sangat defensif dan bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan sepanjang 90 menit pertandingan.
Peluang pertama Spanyol hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal menyambut umpan di dalam kotak penalti. Namun, penyelesaiannya masih mengarah tepat ke pelukan Emiliano Martinez.
Argentina mendapat pukulan menjelang turun minum. Bek Lisandro Martinez yang sebelumnya menerima kartu kuning pada menit ke-41 harus ditarik keluar karena cedera pada menit ke-44. Lionel Scaloni memasukkan Nicolas Otamendi sebagai penggantinya.
Memasuki babak kedua, Argentina mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Leandro Paredes menggantikan Nicolas Gonzalez. Namun perubahan tersebut tidak banyak mengubah jalannya laga karena Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola.
Pelatih Luis de la Fuente kemudian merespons dengan memasukkan Pedri dan Ferran Torres pada menit ke-62 untuk meningkatkan kreativitas serangan. Ferran langsung memberi ancaman lima menit kemudian lewat sundulan memanfaatkan umpan silang, tetapi Emiliano Martinez kembali tampil sigap mengamankan gawang Argentina.
Penjaga gawang Aston Villa itu kembali menjadi penyelamat Albiceleste pada menit ke-81 ketika berhasil menggagalkan sundulan Aymeric Laporte yang mengarah ke sisi kiri gawang. Memasuki masa injury time, Martinez sekali lagi menunjukkan refleks gemilang dengan menepis tembakan Nico Williams dari luar kotak penalti.
Di tengah tekanan bertubi-tubi Spanyol, Argentina justru kehilangan satu pemain pada penghujung laga. Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+3 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi sehingga harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Meski bermain dengan 10 orang di detik-detik terakhir, Argentina berhasil mempertahankan skor tetap imbang tanpa gol. Pertahanan disiplin yang dikawal Emiliano Martinez mampu meredam seluruh serangan Spanyol, meski statistik menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok. Martinez juga berhasil mengeblok tendangan bebas Lamine Yamal pada menit terakhir.
Sepanjang waktu normal, Spanyol menguasai pertandingan dengan 65 persen penguasaan bola, melepaskan 12 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Argentina hanya menguasai 35 persen bola dan menjadi sorotan karena gagal menciptakan satu pun tembakan sepanjang 90 menit, sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

















































