Jakarta, CNN Indonesia --
Media Malaysia menyoroti nilai mata uang rupiah yang terus anjlok terhadap dolar Amerika Serikat dan mata uang asing lainnya.
Situs berita daring Malaysia the Star, menuliskan dalam laporannya pada Senin dengan tajuk 'Jakarta crime fears rise, but rupiah slide keeps Singaporeans coming for shopping and food.'
The Star menyoroti angka kriminalitas di Jakarta yang naik, tapi pelemahan Rupiah tetap membuat warga Singapura berbondong-bondong ke Indonesia untuk belanja dan wisata kuliner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS pun kembali terjadi hari ini. Nilai rupiah terhadap dolar AS tembus nyaris Rp18.000 atau berada di level Rp17.879 per dolar AS.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,02 persen, sementara ringgit Malaysia bergerak stabil.
Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,03 persen, dolar Singapura turun 0,01 persen, yen Jepang terkoreksi 0,03 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
The Star kemudian menyoroti sejumlah berita di Indonesia tentang meningkatnya angka perampokan di Jakarta yang juga menyasar ke wisatawan asing sehingga ibu kota RI itu sampai dijuluki Gotham City, kota fiksi yang penuh kejahatan dalam komik Batman.
Namun, media itu juga menggarisbawahi bahwa angka kejahatan yang naik tersebut tampaknya tidak memengaruhi minat para warga Singapura untuk 'menyerbu' Indonesia, terutama Jakarta.
"Meskipun gubernur kota (Jakarta) menyebut ini sebagai insiden terisolasi dan, pada 9 Mei, mengutip survei yang menempatkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura, pihak berwenang Indonesia sedang meningkatkan keamanan di ibu kota," tulis the Star.
"Namun, wisatawan Singapura tampaknya sebagian besar tidak terpengaruh oleh reputasi Jakarta yang penuh kejahatan, karena mereka memiliki target pencurian lain."
Bagi kebanyakan turis, demikian laporan The Star, melemahnya rupiah telah meningkatkan daya tarik kota Jakarta sebagai destinasi belanja dan kuliner. Media itu kemudian mengutip salah satu wisatawan asal Singapura yang berada di Jakarta.
"Tidak ada waktu untuk takut - terlalu banyak belanjaan yang harus dilakukan," ujar perempuan 52 tahun itu bersama dua saudara perempuannya untuk melakukan kesenangan yang ia sebut sebagai "maraton belanja besar-besaran" dari 22 hingga 25 Mei, dikutip dari The Star.
Media itu juga menuliskan laporan dari video viral di media sosial bahwa sejumlah turis asing seperti dari Polandia dan Italia mengalami insiden penjambretan di Kebon Sirih dan Menteng pada pertengahan Mei lalu.
Meski demikian, the Star menyoroti komentar Noraini yang sama sekali tidak takut meski ia juga menginap di sekitar Menteng.
"Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya berusaha berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya," kata Noraini, yang bekerja di industri medis.
"Jangan berdiri terlalu dekat dengan jalan dengan ponsel Anda terbuka, jangan biarkan tas Anda terbuka. Anda tahu, hal-hal mendasar seperti itu," tambahnya.
Turis Singapura lainnya, Marcus Tan, juga mengaku tetap antusias belanja besar-besaran di Jakarta bersama temannya setelah beri=wisata ke Nusa Tenggara Timur.
"Seratus dolar Singapura benar-benar cukup untuk banyak hal di sini. Saya bisa membeli lebih banyak, makan lebih banyak, dan tetap merasa seperti menghabiskan uang lebih sedikit daripada di negara asal saya," kata Tan kepada the Star.
Media itu kemudian mengutip pernyataan Tan yang sangat senang belanja barang dengan merek yang sama di Singapura, tapi harganya masih lebih murah di Jakarta.
Selain media Malaysia, media Singapura the Straits Times juga menyoroti nilai rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.
Media itu kemudian mengutip komentar dari Kepala Riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group, Khoon Goh, terhadap kekhawatiran investor asing.
"Para investor prihatin terhadap posisi fiskal Indonesia karena tingginya tagihan subsidi energi. Tekanan pada rupiah karena imbal hasil domestik perlu dinaikkan agar cukup menarik bagi arus masuk asing untuk dipertahankan," kata Goh kepada the Straits Times.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
3











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)





