Mengapa Purbaya Yakiin Rupiah Segera Menguat

8 hours ago 5

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini masih bergerak fluktuatif di kisaran angka 18.071 per dolar Amerika Serikat. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat dalam waktu dekat pascappelemahan beruntun beberapa bulan terakhir.

Purbaya menyatakan saat ini dinamika pasar global diwarnai berbagai gejolak eksternal yang berada di luar kendali pemerintah. "Memang ada beberapa sentimen global di pasar dunia yang kita tak bisa kendalikan," ucapnya di sela peluncuran Becak Listrik dan pembukaan Pasar UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis sore, 16 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kendati demikian, Purbaya menyatakan kunci utama menghadapi tekanan global tersebut dengan memastikan roda ekonomi dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM yang terlibat langsung di lapangan, tetap bergerak dan hidup dengan baik.

Menurut Purbaya, penguatan nilai tukar rupiah merupakan konsekuensi logis yang akan terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan stabilitas sosial politik yang konsisten di dalam negeri.

Keberadaan serta pertumbuhan UMKM yang kokoh dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga iklim sosial politik yang kondusif. Sehingga mampu menarik minat para investor internasional. 

"Lama-lama juga rupiah akan menguat. Karena orang akan berinvestasi di tempat yang ekonominya tumbuh dengan baik dan stabilitas sosial politiknya terjaga," kata dia. "Kalau UMKM bisa tumbuh dengan kuat, sudah pasti stabilitas sosial politik menjaga."

Kementerian Keuangan bersama dengan seluruh jajaran pemerintah, kata Purbaya, kini fokus memberikan perhatian pada keberlanjutan ekonomi sektor usaha mikro dan UMKM di masa mendatang.

Menurutnya, langkah menjaga roda ekonomi lokal ini juga arahan Presiden Prabowo Subianto. Yang salah satunya telah menginstruksikan penurunan signifikan pada bunga pinjaman bagi usaha mikro atau UMi.

"Pak Presiden sudah memastikan bahwa bunga pinjaman ke usaha mikro-UMk itu bisa turun dari 22 persen ke 8 persen. Itu salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutamanya ekonomi rakyat dan UMKM," tutur Purbaya.

Oleh karena itu, Purbaya menegaskan agar seluruh pihak tidak perlu mengkhawatirkan tekanan eksternal secara berlebihan dan menyarankan agar fokus diarahkan sepenuhnya pada penguatan instrumen domestik. 

Langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional dipandang memadai untuk menangkal dampak buruk ketidakstabilan global. 

Terlebih, ujar Purbaya, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's atau SNP dalam rilis resminya juga memproyeksikan arah perbaikan nilai tukar rupiah. "Jadi kita fokus di situ saja, karena kita tal bisa kena dengan global. Selama kita jaga ekonomi dalam negeri, harusnya kita tak usah takut," kata dia. "Kalau Anda lihat rilis dari S&P kemarin, itu disebutkan juga rupiah akan menguat ke angka 17 ribu, ke arah yang sesuai dengan target kita."

Purbaya pun menilai kondisi itu mencerminkan proses pemulihan ekonomi baru saja dimulai. Walaupun harga minyak dunia sempat menurun dan kemudian kembali melonjak sedikit, ia optimistis bahwa fluktuasi komoditas tersebut akan tetap terkendali dan aktivitas ekonomi global menunjukkan performa yang lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya meskipun diterpa gangguan.

"Saya yakinkan ini perbaikan baru terjadi. Harga minyak sempat turun, naik lagi sedikit, tapi saya pikir akan terkendali ke depan," kata dia.

Purbaya meyakini kondisi ekonomi global yang membaik dinilai akan memberikan prospek yang jauh lebih cerah bagi Indonesia, terutama dalam hal peningkatan volume investasi.

Menurut Purbaya, para investor global pada umumnya akan mulai melirik serta mengalihkan modal mereka ke negara-negara berkembang yang sedang mencetak pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Indonesia. Di mana arus modal tersebut akan masuk kembali setelah situasi pasar global melandai.

"Jadi prospek kita lebih bagus, kalau prospek bagus, investment global meningkat. Jadi ketika dinamika global meningkat investor ini memang keluar, tapi begitu sudah stabil, mereka masuk lagi," kata Purbaya.

Atas dasar perkembangan indikator ekonomi tersebut, Purbaya meyakini rupiah akan segera menguat dalam waktu yang tidak lama lagi asalkan masyarakat tetap tenang dan tidak panik. "Jadi seharusnya sih talk lama lagi rupiah akan menguat,"ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |